Ketimbang Pria, Wanita Dua Kali Lebih Banyak Beli Properti

Investment - Roy Franedya, CNBC Indonesia
12 May 2018 - 17:45
Ketimbang Pria, Wanita Dua Kali Lebih Banyak Beli Properti
Jakarta, CNBC Indonesia - Penghasilan wanita mungkin masih tertinggal dari penghasilan pria, tetapi urusan membeli properti wanita lajang lebih baik. Wanita lajang membeli rumah dua kali lebih banyak daripada pria lajang dan sudah berlangsung hingga sekarang.

Ini menurut data National Association of Realtors dalam laporannya bertajuk Profil Pembeli dan Penjual Rumah 2017. Tahun lalu, pembelian rumah terbesar berasal dari pasangan yang sudah menikah, porsinya 65%.

Setelahnya adalah wanita lajang, dengan porsi 18%. Tahun lalu dari total pembeli real estat porsi pria lajang hanya 7%. Wanita lajang yang sudah berumur lebih memilih untuk berinvestasi di aset properti.


Ada beberapa alasan mengapa wanita lajang, terutama generasi boomer (lahir tahun 1946 -1964), memilih untuk berinvestasi di real estat. Untuk wanita yang lebih tua, itu bisa menjadi efek perampingan biaya setelah kehilangan pasangan atau berpisah.

"Mereka sudah bercerai atau suami mereka telah meninggal, dan mereka punya uang dan mereka membeli," Jane Fairweather, seorang agen real estate di Bethesda, Maryland, mengatakan kepada CNBC. "Mereka menginginkan stabilitas. Mereka ingin memiliki kendali atas pengeluaran bulanan mereka. Mereka akan berada di tempat anak-anak atau teman-teman mereka. Mereka tidak aneh pada usia itu."

Bagi wanita yang lebih muda, kepemilikan rumah menjadi alternatif investasi yang layak untuk disewa, yang semakin mahal. Sebuah survei dari firma riset Builders Digital Experience yang dikutip oleh The Washington Post menemukan bahwa 23% wanita lajang menganggap kenaikan harga sewa cukup jadi alasan membeli properti.

Dan, meskipun ada kesenjangan gaji, perempuan mulai mendapatkan gaji yang lebih tinggi, memberi mereka lebih banyak kebebasan finansial. Sementara perempuan mendapatkan gaji tahunan rata-rata sekitar US$30.675 pada tahun 1980, pada 2015 jumlah itu telah meningkat menjadi US$ 40.742, menurut data dari Departemen Tenaga Kerja AS.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading