Pelapak Asing di Toko Online

Ramai Barang China, Begini Dahsyatnya Transaksi e-Commerce RI

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
10 July 2019 19:59
Ramai Barang China, Begini Dahsyatnya Transaksi e-Commerce RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Mendapatkan dan membeli barang dari China kini bukan perkara yang sukar. Tinggal kunjungi situs e-commerce marketplace seperti Bukalapak, Lazada, Tokopedia, JD.id hingga Shopee.

Sedikit banyak, penjualan barang dari China berperngaruh terhadao transaksi e-commerce Indonesia. Bank Indonesia memperkirakan hingga Mei 2019, transaksi di e-commerce sudah mencapai Rp 28,8 triliun. Angka ini naik 134% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika diukur dari awal tahun kenaikannya mencapai 100,2%.


BI memperkirakan pada 2018 lalu nilai transaksi mencapai Rp 49,5 triliun. Akhir tahun ini nilai transaksi tersebut akan naik menjadi Rp 99,1 triliun.


Pada bulan Mei lalu, barang fesyen yang paling banyak diborong konsumen, porsinya 25,6%. Selanjutnya handphone & aksesoris 20,8% dan personal care dan kosmetik 10,2%. Sisanya, ada barang elektronik, komputer, peralatan rumah tangga & kantor dan lain-lain.

Ramai Barang China, Begini Dahsyatnya Transaksi e-Commerce RIFoto: Persaingan Toko Online di Indonesia (Aristya Rahadian Krisabella)

Meski nilai transaksi terus tumbuh, transaksi e-commerce masih banyak di pulau Jawa. Nilainya mencapai 80,5% dari total transaksi nasional. Daerah DKI Jakarta menyumbang 29,5%, Jawa Barat 18,5%, Jawa Timur 15,1% dan Banten 8,6%.

Marketplace merupakan e-commerce yang menyediakan tempat untung berjualan di dunia maya. Marketplace ini ibarat pengelola pusat perbelanjaan dalam industri ritel konvensional.

Simak video tentang pesatnya perkembangan e-commerce Indonesia di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading