Startup

Tak Kendalikan 5 Biaya Ini, Startup Anda Bisa Bangkrut

Fintech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
12 March 2019 18:39
Tak Kendalikan 5 Biaya Ini, Startup Anda Bisa Bangkrut
Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan segelintir orang dalam membangun startup telah menjadi inspirasi anak milenial. Namun siapa sangka mengembangkan startup tak semudah membalikkan telapak tangan.

Berdasarkan penelitian, sepertiga startup baru gagal dalam dua tahun pertama dan 50% startup yang bertahan akan gulung tikar dalam lima tahun. US Bank bahkan mengungkapkan 82% bisnis startup yang gagal karena masalah arus kas.

Dalam banyak kasus, dibutuhkan uang dalam jumlah besar yang harus 'dibakar' untuk meluncurkan dan mengoperasikan startup. Tetapi terkadang, pengusaha meremehkan jumlah uang yang mereka butuhkan untuk menutupi pengeluaran mereka.


Dalam opininya di Entrepreneur seperti dikutip CNBC Indonesia, Selasa (12/3/2019), Founder dan CEO of Simple SEO Group Brendan M. Egan menyebutkan ada lima pengeluaran yang paling ditakuti para pendiri startup. Berikut daftarnya.

1. Biaya legal (hukum)

Pengusaha membutuhkan pengacara atau notaris untuk membantu sejumlah masalah hukum yang berbeda. Misalnya, mereka dapat membantu dalam pembentukan dan penggabungan bisnis Anda. Mereka juga pengacara untuk melindungi kekayaan intelektual perusahaan untuk melakukan bisnis.

Pengacara adalah aset yang tak ternilai dan dapat membantu wirausahawan mengatasi hambatan hukum dalam perjalanan menuju kesuksesan. Namun sayangnya, layanan mereka tidak murah. Biaya hukum dapat bertambah dengan cepat, jadi ini adalah biaya yang ditakuti setiap pengusaha.  

Untuk menghemat biaya hukum, pertimbangkan untuk meneliti templat dan dokumen online yang dapat memberi langkah awal pada perencanaan hukum. Selesaikan 90% dokumen-dokumen yang dibutuhkan kemudian pengacara akan menyelesaikan sisanya.  

2. Pajak

Pengusaha biasanya sadar bahwa mereka harus membayar pajak, tetapi mereka mungkin terkejut dengan jumlah yang harus mereka bayar. Jika Anda tidak mendapat untung besar, Anda mungkin masih menanggung utang pajak.

Untuk meminimalkan pengeluaran ini, yang terbaik adalah bekerja dengan akuntan dalam setahun penuh. Seorang akuntan dapat memastikan Anda memanfaatkan semua pengurangan pajak yang tersedia untuk menurunkan tagihan pajak. Memiliki strategi pajak yang sehat akan membantu startup memaksimalkan jumlah uang yang harus investasikan kembali setiap tahun pada perusahaan startup.  

Tak Kendalikan 5 Biaya Ini, Startup Anda Bisa BangkrutFoto: infografis/ infografis sedot duit investor untuk di bakar 5 Startup Ini dinyatakan bangkrut/Aristya Rahadian Krisabella

3. Bunga dan pendanaan

Banyak pengusaha tidak punya pilihan lain selain mengambil pinjaman bisnis untuk membiayai impian mereka. Faktanya, National Small Business Association di Amerika Serikat (AS) memperkirakan 69% usaha kecil menggunakan pinjaman atau jenis pembiayaan lain. Pinjaman ini mungkin terlihat seperti cara cepat dan mudah untuk menyuntikkan uang tunai ke dalam startup. Namun, banyak pengusaha lupa untuk memperhitungkan pembayaran bunga ketika memutuskan mengambil pinjaman atau tidak.

Tingkat bunga bervariasi tergantung pada jenis pinjaman dan situasi saat ini. Jangan sampai lengah dengan pembayaran bunga yang tidak terduga. Jika Anda berencana mengambil pinjaman, pastikan untuk membaca secara rinci sebelum menandatangani di garis putus-putus.


4. Penyusutan


Startup yang menjual produk di toko fisik, bahkan online, dapat mengalami penyusutan yang mengejutkan. Survei National Retail Security Survey pada 2016 mengungkapkan bahwa biaya penyusutan perusahaan di AS sekitar US$45 miliar setiap tahunnya.

Untuk mencegah penyusutan, pengusaha harus terlebih dahulu menentukan di mana produk mereka paling rentan terhadap penyusutan. Penyusutan dapat terjadi karena pencurian oleh konsumen, pencurian karyawan, dan kesalahan. Misalnya, pemilik startup ritel perlu mempertimbangkan untuk memasang sistem keamanan, mempekerjakan cukup banyak orang untuk mengawasi pelanggan, dan melatih karyawan untuk mencari tanda-tanda bahwa seseorang sedang mencuri.

Bisnis e-commerce harus memastikan mereka memiliki sistem audit yang tepat untuk mencegah kesalahan dan kehilangan produk.  

5. Waktu

Hanya ada 24 jam dalam sehari. Pengusaha sering takut akan merusak bisnis mereka dengan tidak mengatur waktu mereka dengan bijak. Pengusaha harus berkomitmen meluncurkan startup harus siap bekerja berjam-jam dan menyisakan sedikit waktu untuk orang yang mereka cintai.

Tidak ada alasan bagi pendiri startup untuk takut berapa banyak waktu yang akan mereka habiskan untuk usaha mereka. Ada cara untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda, dan itu adalah manajemen waktu yang baik.

Saksikan video pesatnya perkembangan startup Indonesia di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading