Internasional

Mengapa Jadi Juara Internet 5G Penting?

Fintech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
20 February 2019 16:29
Mengapa Jadi Juara Internet 5G Penting?
Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei Technologies sedang berada dalam pusaran masalah. Satu per satu negara dan perusahaan telekomunikasi memblokir keikutsertaan raksasa teknologi asal China ini dalam tender jaringan internet 5G.

Alasan yang diajukan adalah masalah keamanan nasional. Perangkat Huawei sangat rentan disusupi intelijen pemerintah China dalam rangka memata-matai negara lain. Alasan ini pertama kali diungkapkan oleh Amerika Serikat (AS).

Pendiri dan manajemen Huawei pun sudah membantah tudingan tersebut. Manajemen mengatakan pemerintah China sama sekali tidak terlibat dalam permasalahan tersebut.


Lalu apa yang menjadi masalah yang sebenarnya? Masalahnya ada pada persaingan dalam pengembangan jaringan 5G. Negara yang terdepan dalam 5G akan mendapatkan manfaat ekonomi paling besar.

Foto: Logo perusahaan di kantor Huawei di Beijing, 6 Desember 2018. REUTERS / Thomas Peter

Dalam wawancara New York Times dengan pejabat senior pemerintah AS, pejabat intelijen dan eksekutif telekomunikasi didapati dalam bisnis 5G harus ada pemenang tunggal untuk mengamankan jaringan dan mencegah pengendalian arus informasi.

5G akan menjadi tulang punggung teknologi telekomunikasi berkecepatan tinggi yang menjadi dasar dari internet of things (IOT). Dengan tingkat latency (lag) rendah maka pengguna dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh aplikasi praktis dari teknologi yang sudah ada.

Dalam pengembangan 5G ini China termasuk yang terdepan kemudian disusul oleh Korea Selatan dan AS. China cepat mengembangkan 5G karena kebijakan pemerintah untuk beralih dari negara manufaktur rendah menjadi negara manufaktur berteknologi tinggi berbasis robotica.

Dalam pengembangan 5G di China Huawei dan ZTE yang menjadi pemasok utama perangkat infrastruktur 5G. Bahkan Huawei telah menjadi pemasok perangkat telekomunikasi terbesar di dunia. Setelah menguasai China Huawei mengembangkan sayap ke negara-negara lain.

Meredith Attwell Baker, presiden dan CEO kelompok industri nirkabel CTIA mengatakan perusahaan yang menguasai teknologi 5G akan menjadi terdepan dalam pengembangan teknologi lainnya yang berjalan di dalam jaringan 5G, mengutip Wired.

Selain itu, negara yang lebih dulu kuasai teknologi 5G akan mendapatkan manfaat ekonomi seperti ketika AS menguasai teknologi 4G. Pada tahun 2016 ketika AS memimpin dalam teknologi 4G ada tambahan pendapatan sebesar US$100 miliar dan dengan jutaan lapangan pekerjaan.

Bagi negara yang terdepan dalam 5G diperkirakan akan mendapatkan manfaat hingga US$3,5 triliun, menciptakan 22 juta lapangan pekerjaan.


Saksikan video tentang ultimatum AS pada sekutunya soal perangkat Huawei di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading