Internasional

Tuduh Huawei Komplotan Partai Komunis, AS Siapkan Sanksi

Fintech - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
17 January 2019 11:53
Tuduh Huawei Komplotan Partai Komunis, AS Siapkan Sanksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pejabat Amerika Serikat (AS) dikabarkan sedang meluncurkan pemeriksaan tindak pidana terhadap raksasa teknologi asal China, Huawei, dan dapat segera mendakwa perusahaan tersebut atas tuduhan pencurian rahasia dagang dari rekanan perusahaan AS.

Wall Street Journal melaporkan bahwa jaksa federal tengah menyelidiki dugaan bahwa Huawei mencuri rahasia dagang dari T-Mobile US Inc dan perusahaan AS lainnya, dilansir dari Reuters, Kamis (17/1/2019).


Journal menulis bahwa dakwaan kasus tersebut akan segera diumumkan dengan tuduhan Huawei mencuri teknologi T-Mobile bernama Tappy. Teknologi tersebut mampu menirukan jari manusia dan digunakan dalam uji coba ponsel pintar atau smartphone.


Huawei dalam pernyataannya mengatakan perusahaan dan T-Mobile telah menyelesaikan sengketa mereka di 2017 menyusul putusan juri AS yang menemukan tidak ada kerusakan, tindakan tidak adil atau pun merusak dan disengaja oleh Huawei dalam klaim rahasia dagang T-Mobile.

Tuduh Huawei Komplotan Partai Komunis China, AS Siapkan SanksFoto: Seorang pria berjalan dengan logo Huawei di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, Cina 6 Desember 2018. REUTERS / Aly Song

Hari Rabu, legislator AS mengumumkan rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang penjualan chip dan komponen produksi AS lainnya kepada Huawei, ZTE Corp, dan perusahaan telekomunikasi China lainnya yang melanggar sanksi dan undang-undang kontrol ekspor AS.

"Huawei secara efektif adalah unit pengumpul informasi intelijen milik Partai Komunis China yang pendiri dan CEO-nya adalah seorang insinyur untuk angkatan bersenjata China, People's Liberation Army," kata Senator Partai Republik Tom Cotton yang mendukung RUU tersebut.


Kabar-kabar ini muncul setelah CFO Huawei Meng Wanzhou ditahan di Vancouver, Kanada, atas permintaan AS dan sedang menghadapi proses ekstradisi ke Negeri Paman Sam. Ia dituduh melakukan penipuan terkait sanksi AS ke Iran.

Tuduhan mata-mata itu dikhawatirkan dapat memperburuk pembicaraan dagang antara China dan AS yang baru-baru ini menunjukkan sinyal-sinyal positif.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading