CNBC Insight

Raja Rokok RI: Lucky Strike, Rokok Teman Para Prajurit Perang

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
03 March 2022 20:30
Cover Insight, Lucky Strike

Jakarta, CNBC Indonesia - Dokter bedah Richard A. Patterson adalah lulusan Richmond Medical College. Pria Caroline County, Virginia 15 Maret 1826 ini mengalami pahitnya perang saudara Amerika (1862-1865). Pada tahun 1864-1865 dia adalah ahli bedah di Infanteri ke-56 Virginia tentara Konfederasi. Sebelum perang, Patterson sudah tertarik dengan tembakau.

Dari akhir perang sampai 1869 dia bertani di Henrico county, dan sejak tahun itu telah terlibat lagi dalam bisnis tembakau, perusahaan yang pertama dikenal R. A. Patterson & Co. dan kemudian menjadi R. A. Patterson Tobacco Co," tulis Robert Alonzo Brock & Virgil Anson Lewis dalam Virginia and Virginians Eminent Virginians Volume 2 (1888:801). Begitulah dia menempuh hidup barunya pasca perang.

"Tahun 1871, dokter Patterson menyadari bahwa orang-orang hidup lebih cepat daripada sebelumnya, dan terpikir olehnya bahwa dia dapat menghemat waktu dan kesulitan para perokok dengan mengiris tembakau ini untuk mereka, jadi dia membuat Lucky Strike," tulis The Saturday Evening Post Volume 183, Edisi 8 (1911:63). Dari sinilah rokok Lucky Strike bermula.


Lucky Strike muncul di kala Amerika Serikat sedang dilanda demam emas. "Nama (Lucky Strike) tersebut mengacu pada apa yang dilakukan para penambang ketika mereka menemukan emas," tulis Eric Yaverbaum & Ilise Benun dalam Public Relations For Dummies (2006:300). Lucky Strike diartikan sebagai serangan keberuntungan. 

Kala itu, rokok identik dengan laki-laki. Menurut pakar hubungan masyarakat Edward Bernays, seperti disebut Eric Yaverbaum & Ilise Benun, dengan memposisikan lucky strike sebagai rokok wanita, Lucky Strike berharap bisa menguasai setengah dari total pasar. 

Dari awal sejarahnya, Lucky Strike sudah punya saingan rokok merek Camel. Persaingan di pasar antar mereka tentu saja tidak mudah. Ketika Lucky Strike mengklaim sebagai rokok yang tembakaunya hasil panggangan yang menghasilkan citarasa tersendiri, Camel mengklaim diri sebagai rokok segar.

Perusahaan R.A. Patterson kemudian pada tahun 1905 diakuisisi oleh American Tobacco Company (ATC). Belakangan, Lucky Strike dipasarkan British American Tobacco (BAT) ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dalam promosinya, Lucky Strike tidak hanya muncul di banyak iklan komersil media masa, tapi juga ada di film, musik dan arena balap.

Lucky Strike sendiri menjadi bagian dari sejarah kegagahan Amerika di medan perang. "Lucky Strike Green telah pergi berperang," tulis Steve Cone dalam Powerlines Words That Sell Brands, Grip Fans, and Sometimes Change History (2010:19).

Di masa Perang Dunia II, terutama setelah Amerika Serikat terlibat dalam perang sejak 7 Desember 1941, popularitas Lucky Strike meningkat. Lucky Strike adalah salah satu jenis rokok yang dibagikan ke prajurit Amerika di medan peperangan. Bungkus rokok Lucky Strike kerap dipajang di helm tentara.

Beberapa nama merek rokok lain, Lucky Strike juga menjadi nama salah satu kamp militer Amerika di front Eropa dalam Perang Dunia II. Lucky Strike Camp berada dekat Normandia, Perancis. Daerah itu titik pendaratan penting tentara sekutu yang kemudian menjepit Jerman. Di Indonesia. Lucky Strike juga beredar di pasaran.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Rokok RI: Kisah Bentoel Ganti Merek Gara-Gara Mimpi


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading