CNBC Insight

Raja Rokok RI: Marlboro, Rokok yang Tumbang Gegara Perang!

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
02 March 2022 16:50
Cover Insight, Rokok

Jakarta, CNBC Indonesia - Philip Morris (1835-1873) yang dagang rokok sejak kanak-kanak kemudian namanya mengabadi dalam juragan rokok kelas dunia bernama Philip Morris International. Perusahaan berusia lebih dari seabad ini sejarahnya terkait dengan Philip Morris & Co. Ltd. Sejarah perusahaan ini terkait pula dengan Marlboro. 

Beberapa sumber menyebut rokok Marlboro muncul sejak 1920-an. Situs Philip Morris International menyebut Marlboro sudah terdaftar merek dagangnya. Nama Marlboro, disebut Official Gazette of the United States Patent Office Volume 620 yang dirilis oleh United States Patent Office 1949 (1949:1053) telah ada sejak 1883.

"Merek dagang Marlboro ( dan mungkin Marlborough) digunakan di Amerika Serikat oleh perusahaan Inggris dari setidaknya 1883 hingga penggabungan Philip Morris & Co. Ltd di Negara Bagian New York pada tahun 1902," tulis Canadian patent reporter 1988 (1988:292). 


"Tahun 1924, perusahaan Philip Morris memperkenalkan Marlboro sebagai merek rokok untuk perempuan. Sekitar waktu ini, perempuan sudah mulai menjadi lebih mandiri," tulis Carrie Gleason dalam The Biography of Tobacco (2006:19).

Perempuan menggantikan posisi laki-laki di Amerika ketika laki-laki banyak terjun dalam perang. Namun, Marlboro sebagai rokok perempuan, seperti yang didengungkan Philip Moris tidaklah abadi. Bahkan ketika laki-laki pergi berperang.

"Perang Dunia II datang dan penjualan Marlboro turun, sehingga perusahaan tembakau Philip Morris memutuskan untuk memposisikan ulang merek tersebut sebagai rokok pria," catat buku World War Brands: World War II and the Rise of the Modern American Brand (2021) yang disusun oleh Barry Silverstein.

 Di masa perang Marlboro ibarat menjadi prajurit terluka yang lumpuh sepanjang perang yang melibatkan Amerika itu. "Selama Perang Dunia Kedua, produksi Marlboro dihentikan karena Camel, Lucky Strike, dan Chesterfield mendominasi pasar," Stuart Crainer dalam The 75 Greatest Management Decisions Ever Made (1999:54).

Camel, Lucky Strike, dan Chesterfield yang "terlibat Perang Dunia II" itu mendominasi pasaran rokok Amerika pada era 1950-an. Ketika Marlboro kembali berproduksi, Marlboro harus masuk pasar dari awal lagi. Kebangkitan Marlboro itu perlahan membawa Marlboro menjadi rokok dengan penjualan terbaik di tahun 1972.

Marlboro setelah era 1950-an, tidak hanya berkembang di Amerika. Lisensi produksi Marlboro diberikan untuk diproduksi oleh jaringan bisnis Philip Morris & Co. Ltd di Swiss. Pabriknya berdiri pada 1963 di sana.

Marlboro juga kemudian masuk ke Indonesia. Di Indonesia, Marlboro merapatkan diri dengan produsen rokok lokal. Jika Lucky Strike merapat ke kubu Bentoel, maka Marlboro merapat ke HM Sampoerna. 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Rokok RI: Kisah Bentoel Ganti Merek Gara-Gara Mimpi


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading