Putri Tanjung Beberkan Dampak Pandemi terhadap UMKM RI

Entrepreneur - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
26 November 2020 20:15
Putri Tanjung, Staf Khusus Kepresidenan (Tangkapan Layar Youtube Bank Mandiri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap segala aspek kehidupan, tak terkecuali Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Seperti diketahui, UMKM memiliki peran penting dalam mempertahankan perekonomian bangsa. Tak hanya itu, UMKM menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja dan menyumbang sebesar 60,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menurut Putri Tanjung, Staf Khusus Presiden dan Chief of CXO CT Corp, 48% UMKM hanya bisa bertahan maksimal tiga bulan saja. Mereka juga tidak bisa melanjutkan bisnisnya karena kesulitan modal dan turunnya penjualan.


"Kita tahu semua sektor itu banyak yang terdampak pandemi, tapi ada salah satu sektor yang paling terpukul yaitu UMKM. Pada 2020 ini hampir 48% UMKM hanya dapat bertahan maksimal tiga bulan. Jika pandemi terus berlanjut, maka 80% usaha mikro tidak akan memiliki uang dan tidak ada tabungan lebih dari 60%," ujar Putri dalam acara 'Mandiri Market Outlook 2021', Kamis (26/11/2020).

Dengan besarnya jumlah pelaku UMKM, maka dampak pandemi ini akan sangat terasa oleh para UMKM. Bahkan, ini dapat menghambat pertumbuhan perekonomian nasional.

Dalam situasi ini, Putri mengatakan bahwa para UMKM juga harus pandai melihat peluang yang ada di tengah kesulitan. Menurutnya, UMKM juga bisa mendapatkan kepastian, kesempatan, perlindungan, dan berusaha seluas mungkin meski diterjang pandemi.

"Tapi meskipun begitu, UMKM punya peluang baik dan cukup tumbuh di masa pandemi. Jadi, ini waktunya kita juga harus menjadikan pandemi sebagai peluang entrepreneur yang harus bisa berdamai dengan kondisi sekarang. Jadi, PR kita tuh masih panjang sekali untuk bisa membantu UMKM ini untuk go digital," papar dia.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading