Gagal 8 Kali, Dokter Gigi Bisa Punya Startup Senilai Rp 14 T

Entrepreneur - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
21 September 2019 16:30
Gagal 8 Kali, Dokter Gigi Bisa Punya Startup Senilai Rp 14 T Foto: CNBC International
Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi Toss adalah aplikasi transfer uang yang sedang populer di Korea Selatan. Aplikasi ini menjadi financial technology (fintech) pertama di Negeri Gingseng yang bernilai US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun atau Unicorn.

Dilansir CNBC, Sabtu (21/9/2019) adalah Seunggun Lee pendiri sekaligus CEO dari Toss. Lee adalah seorang dokter gigi, yang biasa menambal gigi berlubang para pasiennya. Namun, saat melihat ada lubang pada industri perbankan di negaranya, dia tak bisa tinggal diam.

"Saya pikir layanan ini harus ada di masyarakat Korea- terlepas dari apakah itu sah atau tidak," kata Lee (37) memulai cerita.

Lee memulai bisnisnya pada 2014 ketika aplikasi transfer uang berupa peer to peer (P2P) mulai meluas secara internasional. Sayangnya, sistem birokrasi dalam sistem perbankan di Korea Selatan menilai layanana tersebut ilegal.


"Saya dapat melihat banyak produk yang ada di Amerika dan saya berfikir bagaimana jika ini tersedia di Korea, maka akan sangat besar," ujarnya lagi.

Tapi untuk memulai memang dibutuhkan beberapa keyakinan. Tak hanya regulator dan investor, tapi juga orang tuanya. Lee akhirnya berhenti dari pekerjaan sebagai dokter gigi dan menyuntikkan sejumlah US$ 400 ribu atau sekitar Rp 5,6 miliar sebagai modal awal. Uang tersebut separuhnya merupakan tabungan dan separuhnya lagi adalah pinjaman perbankan.

Setelah yakin dengan ide gilanya itu, Lee menghabiskan satu tahun bekerja dengan regulator untuk meyakinkan idenya sebagai platform transfer uang yang disederhanakan.

Akhirnya, pada 2015, regulator setuju untuk melonggarkan undang-undang tentang aplikasi uang dan Toss diluncurkan dengan sungguh-sungguh. Namun, keadaan jauh lebih sulit saat berhadapan dengan orang tuanya.

Kedua orangtuanya sangat marah saat Lee memberi tahu mengakhiri karirnya sebagai dokter gigi. Hal tersebut benar-benar meruntuhkan orang tuanya. Sebab di Asia, menjadi dokter adalah sesuatu yang secara umum dipandang sebagai harapan membantu sesama.

Ketakutan orang tuanya beralasan. Sebab, empat tahun setelah berhenti dari pekerjaannya, dia menghabiskan tabugannya untuk membuat banyak eksperimen dalam menuangkan idenya. Setidaknya Lee sudah 8 kali kegagalan. Sampai akhirnya dia menemukan kesuksesan Toss melalui aplikasi seluler.

Dengan tekat kuat, Lee akan membuat perubahan serta dampak dari apa yang dia kerjakan tanpa dukungan orang tuanya. Tekat itu terbyar tatkala ada investor yang menyuntikkan dana karena ketertarikannya pada Toss.

Pada 2014, Altos Ventures menjadi investor pertama yang kemudian menyusul investor lainnya termasuk PayPal, Sequoia China dan GIC. "Kami melihat peluang besar dan tren yang terjadi di luar Korea. Kami melihat seorang pendiri yang memiliki visi dan komitmen untuk melaksanakannya," kata Kepala Altos Ventures, Moonsuk Oh.

Putaran pendanaan sebesar US$ 80 juta atau setara dengan Rp 1,1 triliun pada Desember 2018 membawa Toss melewati ambang batas perusahaan bernilai US$ 1 miliar. Prestasi ini mencatat Toss sebagai perusahaan Unicorn pertama di Korea Selatan pada Agustus tahun ini.

Dari prestasi itu pula, total pendanaan melonjak menjadi US$ 261 juta yang akhirnya menjadikan Toss bernilai US$ 2,2 miliar atau setara dengan Rp 31 Triliun.

Kinerja Toss juga tercatat naik, di mana dalam waktu kurang dari lima tahun sudah ada 14 juta pengguna terdaftar, atau setara dengan 27 persen dari total populasi Korea Selatan yang berjumlah 51 juta.

Toss juga telah memproses lebih dari US$ 48 miliar pembayaran atau setara dengan Rp 677 triliun. "Menurut saya bahwa setiap orang perlu melakukan transfer uang karena berbagai alasan," kata Lee.

Saat ini ada sekitar 400 perusahaan fintech di Korea Selatan. Angka tersebut akan terus naik karena lebih banyak konsumen mencari solusi perbankan yang disederhanakan.

"Ini hanya akan tumbuh karena jumlah transaksi online yang dilakukan akan bertambah. Selama ekonomi terus tumbuh, maka ini akan tumbuh," kata EY fintech analyst, Varun Mittal.

Fintech akan Gerus Pendapatan Bank
[Gambas:Video CNBC]

Untuk itu, Lee berencana memanfaatkan peluang tersebut dengan memperluas penggunaan Toss di Korea Selatan. Pada April 2019, perusahaan meluncurkan kartu Toss untuk pengguna offline dan online. Ini memungkinkan menambah jangkauan layanan yang lebih luas yang mencakup manajemen skor kredit, rekening tabungan dan paket asuransi.

Lee menargetkan akan ada 10 juta pengguna aktif hingga akhir September di mana dia mengatakan jika setengah dari pengguna Toss tak hanya untuk transfer uang. "Ini adalah platform finansial secara keseluruhan. Kami ingin memasukkan segala kebutuhan keuangan untuk pengguna," ujar Lee lagi. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading