Sri Mulyani: Perempuan Jadi Menteri, Hasilnya Lebih Baik

Entrepreneur - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
09 November 2018 16:53
Sri Mulyani: Perempuan Jadi Menteri, Hasilnya Lebih Baik
Jakarta, CNBC Indonesia- Perempuan Indonesia sampai sekarang masih menghadapi berbagai stereotipe di dunia kerja. Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati pun bercerita bagaimana hal tersebut mampu dihadapi olehnya dan ia berbagi kiat-kiat melawan stereotipe tersebut.

Dalam acara Indoensian Women's Forum (IWF) 2018, menteri keuangan perempuan pertama di Indonesia itu mengatakan kalau wanita masih sering dipandang sebelah mata di dunia kerja, tak hanya dalam negeri tapi juga dalam skala internasional.




"Perempuan banyak memiliki underpressure karena kodratnya melahirkan, punya anak, mengurus keluarga, sering dianggap tak bisa mengurus pekerjaan. Kayak saya, sering sekali ditanya, 'Bagaimana rasanya jadi menteri keuangan?' Itu karena saya perempuan," papar Sri Mulyani saat menjadi pembicara di IWF 2018, Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sri Mulyani menambahkan, stereotipe tersebut yang terkadang membuat perempuan menjadi minder dan menutup diri. Padahal perempuan mempunyai potensi untuk membangun sebuah institusi bahkan sebuah negara agar lebih sukses.

Menurut wanita Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, perempuan memiliki kemampuan untuk multitasking serta perasaan sensitif yang tak dimiliki pria. Maka ketika perempuan dipercaya dalam dunia kerja, dia akan menjadi seseorang yang hebat.

"Juggling dan multitasking sudah jadi DNA perempuan. Kita diciptakan berpikir logicly daripada laki-laki. Kalau laki-laki itu DNA-nya tegak berdiri kalau perempuan itu tak hanya take care yourself tapi juga peduli dengan orang lain. Perempuan punya sifat empati dan psikologi karena itu mereka bisa melihat view yang berbeda dibanding laki-laki. Makanya ketika perempuan jadi menteri keuangan hasilnya pasti lebih baik dari laki-laki," tambahnya.

Untuk itu, Sri Mulyani berpesan kepada perempuan yang sedang menghadapi stereotipe dalam profesi mereka cobalah untuk bangkit dengan berani menonjolkan keunikan Anda. Jadikan kelemahan Anda sebagai perempuan sebagai kekuatan untuk menunjukkan perubahan.

"Jadikan itu kekuatan tapi jangan over. Jangan juga meng-underline stereotipe itu sendiri. Tunjukkan kalau Anda berbeda dan bisa membuat perubahan" ujar wanita 56 tahun itu. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading