Milenial yang Ingin Berbisnis, Ini Bedanya MoU & Kontrak

Entrepreneur - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
03 March 2018 13:02
Milenial yang Ingin Berbisnis, Ini Bedanya MoU & Kontrak
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat akan menjalin kerja sama dengan orang lain terutama di dunia bisnis tentu harus ada 'hitam di atas putih'. Sebelum adanya kontrak kerja sama, pebisnis pun lazim menandatangani nota kesepahamam (Memorandum of Understanding/MoU) terlebih dahulu.

Pengacara Fajri Yusuf Herman menerangkan kalau setiap orang terutama pebisnis pemula atau pelaku startup juga perlu berhati-hati sebelum menandatangani MoU.
Fajri menjelaskan kalau MoU itu sifatnya sangat berbeda dengan Perjanjian. Apa bedanya?

MoU bukanlah kesepakatan melainkan kesepahaman. MoU juga tidak memiliki sifat hukum di Indonesia. Berbeda dengan Perjanjian yang merupakan kesepakatan kedua belah pihak, selalu melibatkan kedua pihak, serta terdapat objek yang diperjanjikan seperti jual-beli atau sanksi sehingga bisa melibatkan hukum. Untuk itu, penting membaca sebuah MoU dengan teliti agar tidak merugikan ke depannya.

"MoU bukan perjanjian tapi iktikad baik antara kedua belah pihak yang akan mengadakan perjanjian. MoU juga tidak mengikat. Kita harus baca teliti dengan konsultan hukum yang paham, hati-hati membacanya, kalau kontennya MoU tapi dalamnya agreement itu bisa bermasalah ke depannya," jelas Fajri saat berbincang di The Local Market, Le Marison, Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (2/3/2018).


Pria yang sudah sembilan tahun menjadi pengacara itu menambahkan, pernyataan dalam dokumen MoU selalu ada kata 'akan' karena isinya bukan perjanjian mengikat. Tidak ada pernyataan sanksi atau denda untuk pihak yang melanggar karena jika terdapat kalimat tersebut berarti itu perjanjian bukan lagi sebuah MoU.

"Sifat MoU kalau salah satu sudah cedera janji, bisa langsung bubar. Sedangkan kalau perjanjian nggak bisa dibatalkan oleh salah satu pihak perlu lewat pengadilan dan dilakukan kedua belah pihak karena sudah mengikat hukum," tambahnya.

Fajri juga menilai kalau MoU sebenarnya hanya menjadi bagian dari tren bisnis di Indonesia. Dibandingkan membuat MoU, ia menyarankan untuk langsung saja mengadakan perjanjian yang memang secara hukum sudah pasti mengikat.

"Makanya buat para pemula harus sangat teliti saat membaca MoU. Lebih baik didampingi lawyer karena terkadang ada beberapa bahasa hukum yang menjebak dan rumit, nggak dipahami sama semua orang," katanya lagi.




(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading