5 Kesalahan Awal Pengusaha yang Perlu Dihindari

Entrepreneur - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
17 January 2018 07:05
Lima kesalahan yang perlu dihindari pengusaha yang baru membangun bisnis
Jakarta, CNBC Indonesia – Kita semua pernah melakukan kesalahan karena itu bagian dari kehidupan, apalagi kalau berhubungan dengan kewirausahaan atau entrepreneurship. Untuk urusan ini, kesalahan memang sangat susah dihindari.

Kesalahan dapat membuat Anda kehilangan uang dan waktu, serta melewatkan berbagai kesempatan. Banyak kesalahan yang pernah dilakukan seorang pengusaha sepanjang perjalanan kariernya sebagai entrepreneur.

Berikut ini adalah lima kesalahan di masa awal karier sebagai pengusaha yang pernah dilakukan Jonathan Long, pendiri agen pemasaran Market Domination Media di Florida, Amerika Serikat (AS), yang dilansir dari situs Entrepreneur. Jangan sampai melakukan kesalahan yang sama, ya!


1. Tidak menghargai waktu

Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh banyak pengusaha. Jika mengikuti rasa antusias yang membuncah, Anda pasti ingin ngobrol dengan semua orang yang tertarik pada pekerjaan Anda sekarang. Masalahnya, ketika Anda membuang waktu dengan percuma, Anda pun menjauh dari bisnis Anda.

Contohnya, saat Long memulai bisnis penyedia jasa agen pemasaran, ia akan menanggapi setiap pertanyaan dari pemilik bisnis yang menerima tawarannya.

“Tidak ada langkah kualifikasi untuk menentukan apakah calon pelanggan potensial itu memiliki aggaran untuk menyewa jasa sebuah agen,” kata Long.

Dari waktu ke waktu, akhirnya Long mencantumkan pertanyaan di formulir awal sebagai alat kualifikasi. Tahun demi tahun berlalu, perusahaannya pun berkembang menjadi agen konsultan yang menerapkan biaya untuk setiap waktu yang digunakan, termasuk menjawab pertanyaan klien.

2. Tidak berpikir jangka panjang

Ketika pertama kali memulai bisnis, ada yang sangat terpaku pada “masa sekarang” dan tidak berpikir untuk jangka panjang.

Bisnis Long menawarkan semua jasa pemasaran digital, mulai dari pengoptimalan mesin telusur (search engine optimization/ SEO) dan manajemen media sosial sampai desain website dan manajemen pay-per-click.

“Sepertinya akan lebih bijaksana jika memiliki spesialisasi pada beberapa layanan saja dan fokus untuk mengembangkannya, yang akhirnya berhasil kami lakukan,” kata Long.

Selama bertahun-tahun, Long membatasi penawaran sampai akhirnya menghapus semua layanan dan menjadi agen konsultan pemasaran daring (online). Long menyarankan untuk mempertimbangkan visi tiga sampai lima tahun ke depan ketika mengambil keputusan. “Seandainya saja saya melakukan itu dari awal.”

3. Mengurus semua hal seorang diri

Long mengatakan ia sempat berpikir bahwa dirinya tidak bisa dihentikan. Ia bekerja 18 jam sehari dan bergantung pada minuman energi Red Bull dan larut dengan suplemen olahraga untuk energi tanpa batas. Alih-alih membantu bisnis, Long justru membuat dirinya sendiri stres berat dan hidup dengan tidak sehat.

“Lebih cepat Anda menyadari bahwa semua hal tidak bisa dikerjakan sendiri dan belajar untuk membagi pekerjaan dengan orang lain, maka kamu akan bekerja lebih baik,” kata Long.

Long memposisikan orang sesuai dengan keahliannya dan menugaskan mereka untuk menangani tugas-tugas yang bisa dikerjakan untuk mengurangi bebannya. Hal itu tidak hanya membuat Long lebih baik dalam mengalokasikan waktu untuk bisnis, tapi juga menciptakan keseimbangan hidup bekerja yang sehat.

4. Tidak aktif di media sosial

Meski mengetahui pentingnya media sosial sejak awal, Long memilih untuk lebih fokus membangun dan berinteraksi melalui akun perusahaan. Ia sama sekali tidak menghiraukan akun pribadi, yang ternyata adalah kesalahan besar. Maka dari itu, saat ini energi untuk media sosial ia curahkan untuk akun pribadinya dengan fokus terbesar pada Instagram, Twitter, dan Facebook.

“Kamu bisa punya akun khusus untuk usahamu, tapi jangan abaikan akun media sosial pribadimu. Citra diri atau personal branding adalah hal yang sangat penting sekarang. Media sosial adalah komponen terbesarnya – sebagian besar pelanggan akan lebih memilih untuk berinteraksi dengan manusia ketimbang akun perusahaan yang tak berwujud,” ujar Long.

5. Tidak mengembangkan relasi industri sejak awal

Ketika pertama kali meluncurkan usaha agen pemasaran, Long menganggap kompetisi sebagai ajang permusuhan. Alhasil, ia pun memiliki keinginan untuk menghancurkan bisnis orang lain.

Ketika ia menerima surat elektronik (surel) dari para pendiri agen lain yang ingin membangun relasi dan berdiskusi tentang strategi, dengan begitu egoisnya (dan ceroboh), Long menghapus surel itu satu per satu.

Setelah bertahun-tahun, beberapa relasi yang paling membuahkan hasil justru yang dibangun Long dengan industri profesional sejenis lainnya. Kini, beberapa teman dekatnya pun berasal dari industri yang sama.

“Ada banyak sekali yang bisa diperoleh dari menjalin relasi dan saling melemparkan ide. Maka, sediakan waktu untuk menjalin relasi dengan orang-orang yang ditemui di konferensi atau, paling tidak, bergabung dengan grup yang terkait dengan industri di Facebook,” kata Long.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading