Dorong Inklusi & Literasi Keuangan, Kelas TUNAI Sasar Wilayah 3T

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
06 November 2026 10:00
Edukasi keuangan Kelas TUNAI yang diselenggarakan secara tatap muka di Konggang, salah satu dusun di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (Dok Istimewa)
Foto: Edukasi keuangan Kelas TUNAI yang diselenggarakan secara tatap muka di Konggang, salah satu dusun di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (Dok Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengelola penghasilan, menentukan prioritas pengeluaran, hingga menyisihkan uang untuk ditabung merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi keuangan keluarga. Namun, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik masih perlu diperluas, termasuk bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan edukasi keuangan Kelas TUNAI yang diselenggarakan secara tatap muka di Konggang, salah satu dusun di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat dengan latar belakang beragam, termasuk nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengenali sumber pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, menyusun anggaran, membangun kebiasaan menabung, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dalam transaksi keuangan digital.

Melalui pendekatan tatap muka, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan menghubungkan konsep pengelolaan keuangan dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan demikian, edukasi diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, terutama dalam mengelola penghasilan dan menyisihkan uang untuk ditabung sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.

Program ini dihadirkan melalui kolaborasi ShopeePay, SeaBank, PT Commerce Finance, dan PT Lentera Dana Nusantara bersama organisasi nirlaba SatuEdu. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap edukasi keuangan yang praktis dan relevan bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T.

"Literasi keuangan bukan hanya tentang memahami produk atau layanan keuangan, tetapi juga membangun kebiasaan sederhana yang membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik. Melalui Kelas TUNAI, kami ingin terus belajar bagaimana menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah 3T seperti Nuca Molas," ujar Direktur Utama PT Commerce Finance, Winson Winata dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).

Manfaat edukasi tersebut turut dirasakan oleh masyarakat yang mengikuti kegiatan. Jaluh (66), mantan guru sekaligus salah satu peserta Kelas TUNAI, menilai materi mengenai pengelolaan penghasilan dan kebiasaan menabung relevan dengan kondisi masyarakat pesisir Nuca Molas.

"Pemahaman tentang bagaimana mengatur penghasilan dan menabung untuk masa depan sangat dibutuhkan masyarakat di pesisir Nuca Molas. Selama ini, pengeluaran masyarakat sering kali belum terukur dengan baik. Materi yang disampaikan memberikan pedoman bagi masyarakat untuk mulai mengelola keuangan dengan lebih baik," ujar Jaluh.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan juga memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga.

"Pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya bermanfaat bagi orang tua, tetapi juga bagi anak dan generasi berikutnya, termasuk untuk mendukung pendidikan mereka. Edukasi seperti ini sangat berguna bagi masyarakat di sini," tambahnya.

Sementara itu, SatuEdu melihat kondisi geografis dan potensi ekonomi Nuca Molas sebagai salah satu alasan pentingnya memperluas akses edukasi keuangan hingga ke wilayah tersebut. Potensi ekonomi masyarakat yang antara lain bertumpu pada sektor kelautan dan peternakan dinilai perlu diiringi dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Daerah 3T memiliki tantangan tersendiri dalam mengakses pemahaman mengenai dasar keuangan. Di sisi lain, Nuca Molas memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kelautan. Melalui kolaborasi Kelas TUNAI ini, kami berharap dapat membantu memperluas akses terhadap pendidikan keuangan yang lebih inklusif, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan 3T, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai konsep keuangan yang penting untuk kehidupan sehari-hari," ujar Shapers (Staff) of Product SatuEdu, Faza Fauziah Soerya.

Bagi tim SatuEdu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat setempat. Muhammad Farrel Fianra, Shapers (Staff) of Sponsorship SatuEdu, mengungkapkan pengalaman tersebut melalui kesan yang didapat selama berinteraksi dengan warga.

"Kami datang untuk melayani masyarakat, tetapi justru masyarakatlah yang akhirnya mengajarkan kepada kami arti hidup yang sesungguhnya," ujarnya.

Selain edukasi keuangan, kolaborasi bersama SatuEdu juga dilengkapi dengan penyaluran kebutuhan sekolah bagi anak-anak setempat. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada komunitas, tidak hanya melalui peningkatan literasi keuangan, tetapi juga dengan mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak di Nuca Molas.

Kelas TUNAI merupakan program edukasi keuangan yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat dengan berbagai topik pengelolaan keuangan praktis. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat terus menjangkau masyarakat dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam serta berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan di Indonesia.

 

 

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dukung Pertumbuhan Inklusi Keuangan RI, CICIL Ramaikan FinExpo 2026


Most Popular
Features