Dulu Modal Intuisi, Petani-Petambak Kini Pakai IoT Cek Kualitas Lahan

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
03 November 2026 17:05
Ilustrasi Gabah. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
Foto: Ilustrasi Gabah. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Lamongan, CNBC Indonesia - Ada banyak hal teknis yang harus dilakukan oleh petani maupun petambak dalam menjalankan aktivitas budidaya, mulai dari memantau kualitas tanah hingga menguji kondisi air demi menghasilkan komoditas buah dan ikan berkualitas terbaik.

Selama ini, mayoritas dari mereka bekerja hanya mengandalkan intuisi atau perkiraan semata, seperti saat memastikan kandungan nutrisi tanah hingga kecukupan suplai oksigen pada tambak. Namun berkat sentuhan teknologi digital, pola kerja konvensional tersebut kini mulai bergeser.

Di Desa Labuhan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pemerintah menghadirkan teknologi Internet of Things (IoT) bagi para petambak ikan kerapu dan petani melon. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi bersama dua perusahaan perintis (startup), yaitu Habibi Garden dan Venambak. Melalui perangkat cerdas ini, para petani dan petambak dapat memantau data derajat keasaman (pH) tanah, kadar air, hingga tingkat kecukupan oksigen secara real-time langsung dari layar ponsel pintar (smartphone) mereka.

"Sebelumnya kami hanya memakai ilmu perkiraan dan perasaan. Begitu ada alat ini, saya menjadi lebih pasti dalam memberikan perawatan terhadap tanaman," ujar salah seorang petani melon setempat, Iskan, di sela-sela acara Panen Raya, Teknologi Digital AIoT untuk Petani dan Pembudidaya di Desa Labuhan, Lamongan, Selasa (3/11/2026).

Senada dengan Iskan, Karno, seorang petambak ikan kerapu, mengungkapkan bahwa perangkat IoT yang diterimanya mampu membantu menjaga kestabilan ketersediaan oksigen, tingkat saturasi, serta kualitas air tambak secara terukur. Fitur ini melengkapi fungsi kincir air untuk memaksimalkan pasokan oksigen agar tumbuh kembang ikan menjadi lebih optimal.

"Kalau ikannya sehat, otomatis nafsu makannya tinggi dan ikannya cepat gemuk," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa penyerahan instrumen IoT ini bertujuan untuk memperkuat intuisi lapangan yang telah dimiliki para petani dan petambak. Kehadiran perangkat ini menyajikan basis data yang konkret dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Meutya menambahkan, pemerintah berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada perangkat IoT tersebut di masa mendatang guna mengoptimalkan pemantauan serta efisiensi produksi.

"Dengan penggabungan kecerdasan buatan pada perangkat yang Bapak dan Ibu miliki saat ini, indikator yang dapat dipantau nantinya akan semakin kaya, sehingga efisiensinya insyaallah meningkat. Perkembangan teknologi terus melaju pesat, jadi setelah tahap pengenalan ini, kami berencana melakukan upgrade fitur agar lebih lengkap," jelas Meutya.

Menutup arahannya, Meutya berharap bantuan teknologi ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan petambak di Indonesia, seraya menitipkan pesan agar sarana IoT tersebut dirawat dengan baik.

"Mohon alatnya dimanfaatkan secara maksimal dan dijaga dengan sebaik-baiknya," pungkas Meutya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkomsel Pamer 9 Produk AI Buatan Lokal, Anti Scam Sampai IoT


Most Popular
Features