Ikan Kerapu RI Sudah Mendunia, Menkomdigi Dorong AI Masuk Desa

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
03 November 2026 18:25
Panen Raya, Teknologi Digital AIoT Untuk Petani dan Pembudidaya, di desa Labuhan, Lamongan, Selasa (3/11/2026). (CNBC Indonesia/Novina)
Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Lamongan, CNBC Indonesia - Petani dan petambak memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 12,61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Ia berharap kontribusi tersebut dapat terus ditingkatkan untuk menghadapi kompetisi global. Oleh karena itu, penerapan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dinilai penting untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di perdesaan.

"Indonesia harus mampu memenangkan persaingan dalam konteks global untuk menjadi lumbung pangan, tidak hanya bagi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga bagi masyarakat di berbagai negara lain," kata Meutya.

"Tadi kami mendengar langsung bagaimana ikan kerapu yang nikmat dari Lamongan ini banyak dikonsumsi di Hong Kong, Tiongkok, hingga berbagai negara lainnya," imbuhnya.

Menkomdigi Dorong Penerapan AI di Desa

Meutya menilai AI sejatinya tak cuma diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu seperti warga yang bermukim di kota-kota besar. Masyarakat yang tinggal di pedesaan dan daerah pun memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan teknologi ini.

"Karena kita sering bicara digitalisasi dan AI dari sudut-sudut dingin di kota besar atau di ibu kota Jakarta," ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam acara Panen Raya, Teknologi Digital AIoT untuk Petani dan Pembudidaya di Desa Labuhan, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).

Padahal, Meutya menambahkan, prioritas utama dari penggunaan teknologi canggih ini seharusnya berdampak langsung kepada masyarakat di tingkat tapak, seperti para petani dan petambak.

Pemerintah ingin membuktikan bahwa digitalisasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi, termasuk bagi sektor usaha di daerah-daerah.

"Khususnya para petani dan petambak. Kita hadir sebagai negara untuk menunjukkan bahwa digitalisasi di Indonesia bukan barang yang hanya menjadi hak kota-kota besar saja, melainkan juga kekuatan ekonomi yang berada di daerah-daerah, termasuk di Lamongan," tegasnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Digitalisasi Pabrik Baja, Produksi Efisien & Hemat Logistik


Most Popular
Features