Digitalisasi Permudah Aktivitas Warga Aceh, Belanja Kini Tinggal Klik

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
21 October 2026 15:19
Pulo Breueh, Aceh. (CNBC Indonesia/Maesaroh)
Foto: (CNBC Indonesia/Maesaroh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi banyak dari warga Indonesia yang tinggal di kota besar, kemudahan belanja online mungkin terasa sederhana. Namun, di pulau yang akses belanjanya terbatas seperti Pulau Breueh, Aceh kemampuan memilih barang sendiri dengan harga yang sesuai kantong menjadi perubahan berarti.

Buktinya, Salwa tak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika mengetahui paket pesanannya telah tiba. Saat CNBC Indonesia bertemu dengannya di Dermaga Lampuyang, September lalu, dia langsung bergegas mencari tumpukan paket yang ditaruh di ujung perahu.

Siswi SMA itu memesan baju dan jilbab di toko online. Baginya, berbelanja secara daring jauh lebih mudah karena pilihan barang beragam dan harganya bisa lebih murah.

"Karena lebih murah dan banyak pilihan," ujarnya singkat.

Salwa baru mulai berbelanja daring tahun ini. Namun, ia sudah terbiasa menjelajahi berbagai produk melalui ponselnya. Tanpa harus menyeberang ke Banda Aceh, ia bisa memilih barang yang disukai dan menunggu pesanannya datang bersama perahu.

Hal itu juga dirasakan Marmub, siswa kelas XIII SMA, juga merasakan manfaat serupa. Ia kerap memesan suku cadang motor dan barang-barang yang berkaitan dengan hobinya. Belanja online menjadi pilihan karena menawarkan banyak pilihan.

Bagi anak muda Pulau Breueh, internet kini membuka akses yang sebelumnya sulit dijangkau. Dunia belanja tak lagi berhenti di toko-toko seberang lautan.

Selain anak muda, perubahan juga dirasakan ibu dua anak yang kini terbiasa berbelanja secara daring. Baginya, manfaat terbesar bukan hanya banyaknya pilihan barang, melainkan waktu dan biaya yang bisa dihemat.

Rahmi masih mengingat bagaimana repotnya berbelanja ke Banda Aceh. Ia harus meninggalkan rumah dan pekerjaan di ladang, menyeberangi laut, lalu melanjutkan perjalanan dengan becak untuk mencari barang yang dibutuhkan.

"Dulu kalau mau beli barang harus ke Banda (Aceh). Kita harus pergi seharian. Buat kapal aja sudah habis Rp60.000, belum lagi ke sana harus pakai becak ke toko dan makan," tuturnya.

Meningkatnya belanja daring juga melahirkan peluang usaha baru di Pulau Breueh. Keterbatasan akses layanan keuangan membuat sebagian warga membutuhkan bantuan untuk membayar pesanan mereka.

Muslih melihat kebutuhan itu sebagai peluang. Ia membuka layanan pengisian pulsa dan paket data, transfer uang, serta bantuan pembayaran untuk belanja daring. Layanan serupa mulai menjamur di Pulau Aceh, yang dihuni sekitar 3.100 jiwa menurut data yang digunakan dalam laporan ini.

"Tiap hari ada saja yang datang. Kadang lima orang. Ada biaya tambahan tergantung (nilai) barang," ujarnya.

Pulau Breueh yang di berada di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu wilayah yang hancur paling parah karena diterjang Tsunami pada 26 Desember 2004. Hampir 3.000 orang atau 70% penduduk pulau ini meninggal dan hilang karena bencana tsunami.

Bencana tersebut juga menghancurkan seluruh rumah dan fasilitas publik, termasuk listrik dan jaringan komunikasi. Meski jaringan komunikasi sudah dibangun tetapi kekuatan sinyal selular masih rendah. Operator swasta masuk pada 2012 dan sinyal mulai menguat, meski banyak sudut Pulo Aceh masih menjadi blank spot.

Pada 2019, pemerintah daerah mendorong perluasan jaringan secara besar-besaran. BAKTI Komdigi mendirikan menara pemancar (BTS) di Desa Alue Raya. Kini empat BTS berdiri di pulau itu. Pada 2022, BAKTI membuka 24 titik akses internet di Pulo Aceh, tersebar di sekolah-sekolah hingga kantor pemerintahan.

Menurut data Badan Pusat Statistik, kini seluruh desa di Kecamatan Pulo Aceh sudah terjangkau sinyal internet, meski kecepatannya berbeda-beda. Perubahan belanja online mungkin terlihat kecil dari kota besar. Sebuah paket datang, pemiliknya mengambil, lalu kehidupan berjalan seperti biasa. Namun, bagi warga yang dahulu harus menempuh perjalanan panjang menyebrangi lautan untuk mendapatkan barang, kemudahan tersebut berarti waktu yang kembali, biaya yang berkurang, dan pilihan yang semakin banyak.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Internet Diam-Diam Bawa Perubahan Besar ke Masyarakat Sumba


Most Popular
Features