Film Buatan AI Habiskan Rp 27 M, Gagal Total-Sepi Penonton di Bioskop
Jakarta, CNBC Indonesia - Film asal China yang diproduksi sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengalami kegagalan total di pasaran. Berjudul Sanxingdui: Future Past, film ini sepi peminat meski telah ditayangkan di lebih dari 10.000 layar bioskop pada debut perdananya.
Film berbasis AI ini menelan biaya produksi sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp27,2 miliar. Biaya pembuatan film ini memang jauh lebih murah dibandingkan film-film blockbuster Hollywood yang anggarannya bisa menembus US$100 juta.
Namun nyatanya, angka tersebut tidak mampu mendatangkan keuntungan. Rumah produksi yang membuatnya, Bona Film Group, hanya berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$181 ribu (Rp3,2 miliar) selama masa penayangannya di bioskop.
China sendiri merupakan salah satu negara terdepan dalam pengembangan AI secara masif selain Amerika Serikat (AS). Namun, reputasi tersebut tetap tidak mampu
menyelamatkan Sanxingdui: Future Past dari kerugian besar.
Film Sanxingdui: Future Past. (Istimewa) Foto: Film Sanxingdui: Future Past. (Istimewa) |
Eksekutif Bona Film Group, Jiang Defu, buka suara mengenai kegagalan film tersebut. Menurutnya, pihak studio menghadapi tantangan besar karena menjadi pelopor dalam pembuatan film berbasis AI yang berhasil menembus layar lebar.
"Kami menjadi yang pertama mencobanya, yang pertama mendapatkan izin rilis teater, dan diuji langsung oleh penonton. Saya pikir hal itu sama sekali tidak mudah," ujarnya, dikutip dari BGR, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, sejumlah penonton yang dikutip AFP mengaku bahwa kualitas film tersebut masih kurang memuaskan dibandingkan dengan film yang diproduksi oleh manusia. Namun, mereka menilai film buatan AI seperti Sanxingdui mungkin baru akan sepadan dengan harga tiket bioskop jika disaksikan di masa depan seiring perkembangan teknologinya.
Sanxingdui: Future Past mengisahkan tentang masa depan ketika sistem AI mengendalikan dunia hingga situasi berubah menjadi sangat kacau. Proyek ini melibatkan hampir 100 orang dalam kurun waktu dua tahun hingga akhirnya siap tayang di layar lebar.
Hingga saat ini, penggunaan AI dalam industri film maupun media visual lainnya belum menjadi daya tarik yang cukup kuat bagi penonton. Beberapa proyek serupa juga tercatat mengalami kerugian, bahkan menuai kritik tajam saat dirilis.
Sebagai contoh, film Animals garapan Ben Affleck yang tayang di Netflix sempat dikritik akibat penggunaan elemen AI. Selain itu, adegan kredit pembuka serial Secret Invasion pada tahun 2023 lalu juga panen kritikan karena memanfaatkan AI generatif.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]