Jawaban Meta AI Viral, Komdigi Ingatkan Chatbot Bisa Salah

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
29 October 2026 14:10
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli Jeni Indarto, di kantor Komdigi, Kamis (29/10/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli Jeni Indarto, di kantor Komdigi, Kamis (29/10/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut jawaban chatbot AI tidak sepenuhnya benar. Masyarakat diminta untuk mengeceknya sekali lagi.

"Belum tentu ada juga, belum tentu sekali lagi, belum tentu ada kebenaran ya, di dalam AI itu. Makanya, penting untuk kita apa sih, melakukan namanya intervensi manusia untuk mengecek terutama, check dan recheck, juga penting adalah kita mencari konfirmasi kebenaran ada sumber-sumber yang verified ya, ada media online yang verified ya, pada media-media lain," kata Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Marroli Jeni Indarto, di kantor Komdigi, Kamis (29/10/2026).

Setelah menggunakannya, intervensi manusia perlu dilakukan. Caranya dengan mengecek kebenaran, termasuk melakukan verifikasi informasi seperti dari media-media yang terverifikasi.

Model AI harus digunakan untuk membantu manusia berpikir. Kembali keputusan dan penilaian tetap harus berada di tangan manusia.

"Intinya adalah AI boleh membantu kita berpikir, tetapi kemudian keputusan dan penilaian tetap harus berada di tangan para penggunanya," kata Marolli.

Bahkan, dia mengatakan platform juga mengaku chatbot bisa berbuat kesalahan. Potensinya menghasilkan jawaban yang salah tetap terbuka lebar.

"Bahwa AI can make mistakes. Jadi, masih ada potensi dia itu apa, platform itu kemudian tidak sepenuhnya benar ya. Makanya kembali perlu adanya namanya check dan recheck dari penggunanya," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar jawaban Meta AI soal pembatasan konten demonstrasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan atas permintaan Komdigi. Sontak informasi itu viral di media sosial. Banyak pengguna yang membagikannya dan merujuk jawaban itu pada keluhan konten mereka yang mengalami take down dan shadowban.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkomdigi Buka Suara Soal Isu Pembatasan Konten Karhutla di Medsos


Most Popular
Features