Siklus Bumi Jutaan Tahun Berhenti Akibat Manusia

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 October 2026 19:50
Jumlah lapisan es laut yang mengelilingi Benua Antarktika kini sudah berkurang dari sebelumnya. Hal itu ditangkap oleh satelit yang sudah digunakan sejak akhir 1970-an.
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Alam sebenarnya sudah bersiap. Sekitar 2.000 tahun yang lalu, lapisan es di kutub mulai tumbuh kembali, tanda bahwa bumi hendak memasuki zaman es berikutnya. Namun, kini para ilmuwan menyebutkan bahwa peristiwa itu urung terjadi. Alasannya, bukan oleh benda langit, bukan oleh gunung berapi, melainkan oleh manusia sendiri.

Secara teknis, Bumi memang masih berada dalam masa zaman es yang berlangsung sejak 34 juta tahun lalu, karena es di Antartika dan Greenland tak pernah sepenuhnya mencair. Di dalam kurun waktu itu, Bumi berulang kali berganti antara masa dingin yang membekukan daratan dan masa hangat yang mencairkannya.

Kini, manusia menikmati masa hangat yang dimulai sekitar 11.700 tahun lalu.

Namun tanda-tanda mulai berubah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lapisan es kuno di Amerika Utara sebenarnya mulai menyusut hingga ukuran terkecil sekitar 3.000 tahun lalu, lalu mulai tumbuh kembali 2.000 tahun silam. Semuanya berjalan sesuai pola yang telah berulang jutaan tahun. Hingga tiba-tiba berhenti.

"Proses itu baru saja dimulai, segalanya normal, zaman es berikutnya hendak tiba, dan tiba-tiba berhenti," ujar Nicolás Young, peneliti dari Universitas Columbia yang memimpin kajian ini, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (29/10/2026).

Bukti dari sisa-sisa lapisan es di Kanada menunjukkan bahwa es terus tumbuh hingga sekitar 60 tahun lalu. Kemudian suhu naik, dan pertumbuhannya terhenti seketika. Pemanasan yang dipicu aktivitas manusia telah mencukupi untuk menahan laju pendinginan yang seharusnya terjadi.

Dampaknya bukan sekadar tertunda. Profesor Shaun Marcott memperkirakan perubahan iklim buatan manusia dapat menunda datangnya zaman es berikutnya selama ratusan ribu tahun.

"Manusia kini telah menjadi kekuatan geologis yang mampu menggagalkan siklus alami jutaan tahun dan mengubah iklim bumi untuk masa depan yang jauh ke depan," tulis tim peneliti dalam jurnal Science.

Perubahan ini tidak hanya berarti tidak ada es yang meluas. Hilangnya siklus zaman es akan berdampak pada sistem biologi dan fisik bumi yang telah berevolusi bersamanya selama dua juta tahun terakhir. Apakah bumi akan kembali ke siklusnya jika emisi karbon dikurangi? Para ilmuwan menyebut kemungkinannya masih terbuka, tetapi hasilnya belum dapat dipastikan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bentuk Bumi Berubah Makin Bulat, Manusia Rasakan Sendiri Dampaknya


Most Popular
Features