Makhluk Dasar Laut Tiba-Tiba Muncul di Permukaan, Pertanda Apa?

Redaksi,  CNBC Indonesia
28 October 2026 11:20
Sebuah kapal milik harta karun galleon Spanyol San Jose, tenggelam pada tahun 1708, terlihat di dasar laut lepas Cartagena, Kolombia 10 Mei 2022. (Colombian Army/Handout via REUTERS)
Foto: Sebuah kapal milik harta karun galleon Spanyol San Jose, tenggelam pada tahun 1708, terlihat di dasar laut lepas Cartagena, Kolombia 10 Mei 2022. (via REUTERS/COLOMBIAN ARMY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah fenomena alam menakjubkan mendadak jadi sorotan para ilmuwan kelautan dunia. Ratusan meter di bawah permukaan laut dingin lepas pantai tenggara Australia, jutaan belut laut dalam berkumpul di sekitar gunung bawah laut terpencil bernama Patience Seamount, sebelah selatan Tasmania.

Berdasarkan studi terbaru yang dipimpin oleh ilmuwan kelautan Ben Scoulding dari lembaga riset Australia CSIRO, puncak fenomena ini mencatatkan angka fantastis. Diperkirakan terdapat hingga 2,8 juta ekor belut basketwork (Diastobranchus capensis) dengan total bobot biomassa menembus 3.500 ton metrik (setara 3.860 ton AS).

"Ukuran besarnya sungguh luar biasa. Memperkirakan ada hingga 2,8 juta belut dan lebih dari 3.500 ton biomassa terkonsentrasi di sekitar satu gunung bawah laut benar-benar menyoroti betapa uniknya kawasan ini," ujar Scoulding mengutip ScienceAlert.

Para peneliti meyakini perkumpulan masif ini terjadi untuk satu agenda vital: proses reproduksi atau pemijahan massal.

Misteri 'Magnet' Patience Seamount

Meski wilayah tersebut dikelilingi sekitar 120 gunung bawah laut (seamount) di kawasan Taman Laut Huon dan Tasman Fracture, para belut secara spesifik hanya memilih Patience Seamount. Padahal, gunung-gunung di sekitarnya memiliki kedalaman dan karakteristik lingkungan yang relatif serupa.

Luas area Patience Seamount sendiri tergolong mungil, yakni hanya sekitar 2 kilometer persegi. Namun, lokasi ini secara konsisten mampu menampung lonjakan populasi belut sejak bulan Maret hingga puncaknya di bulan Mei.

Guna menghitung skala populasi tersebut, tim peneliti menggabungkan pengukuran teknologi sonar akustik dengan rekaman kamera bawah air. Hasilnya, kawanan belut membentang sepanjang 3 kilometer, lebar 2 kilometer, dan menjulang hingga 150 meter di atas dasar laut.

Menariknya, lokasi ini tidak hanya dihuni oleh belut basketwork. Spesies ikan orange roughy (Hoplostethus atlanticus) juga turut menjadikan Patience Seamount sebagai titik kumpul. Bedanya, orange roughy lebih menyukai lereng atas yang curam, sementara belut basketwork memilih area dasar laut yang lebih dalam dan datar.

Sinyal Pemulihan Ekosistem

Kawasan Patience Seamount sebelumnya pernah mengalami kerusakan akibat aktivitas tangkap pukat dasar (bottom trawling). Namun, penetapan status taman laut yang dilindungi sejak 2007 kini menunjukkan sinyal pemulihan ekosistem yang positif, ditandai dengan pulihnya populasi ikan dan tumbuhnya kembali terumbu karang.

Studi lanjut masih terus dilakukan untuk memetakan waktu pasti pemijahan belut tersebut. Para ilmuwan berharap perlindungan kawasan laut dalam ini dapat terus menjaga keberlanjutan spesies unik tersebut di masa depan.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Temuan Mengejutkan di Dekat RI, 149 Spesies Baru Sampai 1.000 Gigi Hiu


Most Popular
Features