Robot Tak Sengaja Temukan Kehidupan Ikan Raksasa di Antartika

Redaksi,  CNBC Indonesia
30 July 2026 13:00
Antartika menunjukkan peningkatan tanda-tanda dampak polusi dari pariwisata dan kegiatan ilmiah, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Nature Sustainability. (Photo by Jose Jorquera / University of Santiago USACH / AFP)
Foto: Antartika menunjukkan peningkatan tanda-tanda dampak polusi dari pariwisata dan kegiatan ilmiah, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Nature Sustainability. (AFP/JOSE JORQUERA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah fenomena mengejutkan baru saja terungkap dari bawah Samudra. Robot penjelajah bawah laut berhasil menemukan koloni reproduksi ikan terbesar di dunia, yang tersembunyi jauh di bawah hamparan es tebal Laut Weddell, Antartika.

Tidak tanggung-tanggung, diperkirakan terdapat sekitar 60 juta sarang aktif milik spesies ikan es Antartika (Neopagetopsis ionah) yang membentang di areal seluas 240 kilometer persegi-hampir setara dengan luas wilayah Kota London.

Penemuan spektakuler ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Current Biology oleh tim peneliti dari Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman.

Tak Sengaja Ditemukan

Penemuan koloni raksasa ini bermula secara tidak sengaja. Para peneliti sedang mengoperasikan kamera bawah air berteknologi tinggi yang ditarik oleh kapal riset polarkap Polarstern untuk memetakan dasar laut di kedalaman 500 meter.

Tim peneliti yang awalnya mengira dasar laut Antartika merupakan lanskap yang sepi dan tandus, justru dikagetkan oleh pemandangan sarang ikan berstruktur mangkuk yang tak berujung.

"Kami terus berjalan melihat sarang demi sarang selama empat jam penuh. Selama melintasi area tersebut, kamera tak berhenti merekam sarang ikan es di sepanjang jalur pelayaran," ujar Autun Purser, ilmuwan utama dari AWI.

Setiap sarang diperkirakan berdiameter sekitar 15 inci (38 cm) dan dijaga oleh satu ekor ikan es dewasa. Di dalam masing-masing sarang, terdapat rata-rata 1.700 hingga 2.100 butir telur ikan.

Peran Penting Ekosistem Kunci Antartika

Spesies ikan es Antartika (icefish) ini memiliki keunikan biologis yang sangat langka. Ikan ini tidak memiliki sel darah merah (hemoglobin), membuat darah mereka berwarna bening transparan. Untuk bertahan hidup di air dingin dengan suhu mencapai minus 1,5 derajat Celsius, tubuh mereka menghasilkan protein khusus yang berfungsi sebagai zat anti-beku alami.

Para ilmuwan mengestimasi total biomassa dari koloni sarang ini mencapai lebih dari 60.000 ton. Keberadaan ekosistem masif ini diyakini menjadi sumber makanan utama dan vital bagi populasi anjing laut Weddell (Leptonychotes weddellii) yang berburu di kawasan tersebut.

Penemuan ini sekaligus menguatkan urgensi global untuk menjadikan kawasan Laut Weddell sebagai Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area/MPA) demi melindungi keanekaragaman hayati unik Antartika dari ancaman perubahan iklim dan eksploitasi berlebih.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Robot Temukan 60 Juta Sarang Ikan Raksasa di Bawah Es Antartika


Most Popular
Features