Gel dari Brasil Diuji Untuk Padamkam Karhutla, Begini Cara Kerjanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi pemadam kebakaran diujicobakan di Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Inovasi ini bernama Realiza Antichamas, yakni berbentuk gel dan bisa menghambat penyebaran api.
"Kemarin saya di Sumatra Selatan, mendampingi Pak Menko [Dudung Abdurachman]. Ada namanya Realiza Antichamas. Itu bentuknya dicampur dengan air, bisa menjadi gel. Begitu memadamkan, itu menyerap panas, kemudian itu tidak merusak lingkungan," kata Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, dikutip dari Detik.com, Jumat (22/10/2026).
Realiza Antichamas berbentuk serbuk dan dilarutkan ke dalam air sebelum digunakan. Material akan membentuk gel saat bercampur air.
Saat disemprotkan ke area kebakaran, gel disebut bisa membantu menghambat penyebaran api dan mempertahankan kelembapan. Realiza Antichamas dapat digunakan dengan mencampurkan ke tangki pemadam atau tandon air, serta melalui water bombing.
Cara ini diklaim bisa melakukan pemadaman hingga 10 kali lebih efektif dibandingkan air biasa. Klaim lainnya, material dapat terurai setelah 72 jam penggunaan dengan sendirinya.
Meski cukup menjanjikan, masih diperlukan pengujian lapangan untuk melihat efektivitas material menjangkau bara yang jauh di bawah permukaan tanah. Kresno juga menyoroti soal kemungkinan lahan menjadi subur setelah bahan digunakan dan klaim tidak merusak lingkungan.
Pemerintah sendiri, dia menambahkan ingin mendorong pengembangan teknologi lebih lanjut. Termasuk untuk membangun fasilitas produksi sendiri di dalam negeri.
"Ini membuka lapangan pekerjaan, kan begitu dari sisi ekonominya. Kemudian ada suatu langkah strategis kita, dari Brasil ke kita. Jadi tidak hanya mikirin bisnisnya doang, tapi kita mengarah kepada itu," kata Kresno.
Meski begitu belum cukup bukti untuk menyimpulkan penggunananya bisa menyelesaikan masalah kebakaran hutan hingga tanah kembali subur. Diperlukan pengujian lanjutan sebagai cara menentukan sejauh mana material layak diterapkan secara luas di dalam negeri.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]