Awas Tertipu Israel, Tiruan Film Dokumenter NAZA Disebar di Internet

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
20 October 2026 10:55
Graffiti depicting Yuval Abraham and Rachel Szor, the directors of the documentary film NAZA, and the word "traitors" in Hebrew, on a wall in Ashdod, southern Israel, September 15, 2026. NAZA was awarded the Special Jury Prize at the Venice Film Fest
Foto: REUTERS/Amir Cohen

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel tak hanya mengecam film dokumenter NAZA buatan Yuval Abraham dan Rachel Szor. Negara itu juga dikabarkan membuat film tandingannya yang meniru gaya film NAZA dan disebarkan melalui internet.

Film tandingan berjudul NAZA: The Real Story muncul di internet. Domain situsnya dibuat enam hari setelah peluncuran film aslinya di Festival Film Internasional pada 16 September 2026 lalu.

Pembuat film ini adalah seorang pengacara dan anggota pasukan cadangan Israel bernama Ariel Averbuch. Selain itu adapula nama kandidat partai sayap kanan Israel First, Roi Danino sebagai pembuat film lainnya.

Cara bertuturnya mirip dengan film aslinya, termasuk penggunaan wawancara anonim yang direkam di atap gedung di Tel Aviv.

The Guardian menuliskan film tandingan itu dipromosikan dengan perhitungan tidak masuk akal. Kabarnya telah ditonton lebih dari 42 juta kali, sedangkan laman YouTube resminya saja hanya memiliki 30 ribu penayangan.

Dari analisis teknis, kemungkinan perbedaan ini didorong permintaan yang dibuat ke situs baik manusia maupun bot. Namun bukan jumlah orang yang menonton video itu.

Averbuch sendiri tak tahu soal klaim penonton 42 juta. Dia juga mengarahkan pertanyaan itu pada tim teknisnya.

Pemerintah Israel dalam hal ini Kedutaan Besar Israel di Amerika Serikat (AS) ikut mempromosikan film dokumenter dengan membagikannya di akun resmi media sosial. Namun membantah keterlibatan kementerian luar negeri dalam pembuatannya.

"Memperkuat pesan pembuatnya dan memaparkan pada khalayak yang lebih luas mengenai argumen yang menantang dan membongkar fitnah darah serta tuduhan palsu," kata pihak kedutaan, dikutip Selasa (20/10/2026).

Pemerintah Israel juga mengatakan bakal memberikan penghargaan pada para pembuat film atas kontribusi pada diplomasi politik negara itu. Tanggapan yang bertolak belakang dengan NAZA.

Israel mengecam film itu dan berencana mencabut kewarganegaraan dua pembuat filmnya, serta menuding melakukan pengkhianatan.

Film NAZA yang diproduksi The Guardian ditayangkan pada lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia.

NAZA mewawancarai sejumlah orang dalam militer Israel untuk merinci cara serangan mereka yang dibantu AI selama perang terjadi. Mereka menargetkan anggota Hamas dan tahu dampaknya juga akan menewaskan warga sipil Palestina.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Serangan Siber dan AI Makin Merajalela, Ini Seruan Raja Charles III


Most Popular
Features