Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-Abu, Ini Penjelasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengkhawatirkan datang dari negara tetangga, Singapura. Hujan yang turun di tengah kabut asap ternyata berwarna keruh keabu-abuan, memicu kekhawatiran warga akan tingginya polusi udara yang ikut terbawa ke tanah, dikutip Jumat (16/10/2026).
Pada Kamis pagi, 15 Oktober 2026, hujan deras turun di Singapura. Warga berharap air yang turun akan membersihkan udara. Namun yang dikumpulkan di ember-ember justru berwarna gelap dan keruh. Seorang warga di kawasan Ang Mo Kio menyebutkan tiga ember yang ia tampung semuanya berwarna hitam keabu-abuan. Video yang beredar di akun media sosial juga memperlihatkan beberapa wadah berisi air hujan yang keruh berwarna gelap, sedangkan warga lain menceritakan air di kolam ikan di rumahnya ikut berubah warna sama.
Laporan AsiaOne tanggal 15 Oktober 2026, menjelaskan bahwa saat tetesan hujan jatuh, ia menarik partikel polusi keluar dari udara. Namun karena kabut asap terdiri dari asap dan partikel polusi yang sangat halus, hujan mungkin tidak menyapu semuanya dengan cepat - sehingga air hujan menjadi keruh.
Kondisi udara di Singapura sebelumnya sudah masuk kategori Sangat Tidak Sehat. Indeks kualitas udara atau PSI mencapai angka 203 di bagian barat negara itu pada Rabu, 14 Oktober 2026. Meski sempat sedikit membaik, pada Kamis sore tingkat polusi kembali naik, mencapai 205 mikrogram per meter kubik di wilayah tengah.
Dampaknya sudah terasa. Fasilitas olahraga luar ruangan milik pemerintah ditutup sementara sebagai langkah pencegahan, warga yang memenuhi syarat dapat mengambil masing-masing satu pasang masker N95 secara gratis, dan di kolom komentar unggahan tersebut, salah satu warga menuliskan:
"Saya kasihan pada paru-paru kita sekarang."
Berdasarkan laporan yang sama, seperti kejadian-kejadian sebelumnya, kabut asap yang melanda Singapura dan sebagian kawasan Asia Tenggara berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Indonesia. Angin membawa asap melintasi perbatasan, menurunkan kualitas udara di negara tetangga.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]