Waspada Hadapi Petaka Bulan September, BMKG Keluarkan Peringatan Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah di Indonesia, dengan fokus utama di Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Berdasarkan pengumuman resmi melalui akun Instagram @infobmkg, kondisi atmosfer yang didominasi oleh cuaca kering akibat fenomena El Nino yang sangat kuat, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif, serta puncak musim kemarau telah memicu eskalasi potensi karhutla yang signifikan.
"Potensi karhutla masih dapat berlanjut hingga September-Oktober 2026. BMKG bersama stakeholder terus melakukan OMC untuk mendukung penanganan karhutla," tulis BMKG, dikutip Minggu (13/9/2026).
Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengimbau masyarakat yang wilayahnya terdampak parah oleh kabut asap agar membatasi aktivitas di luar ruangan, disiplin mengenakan masker pelindung, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah jarak pandang yang terbatas.
Kualitas Udara Pontianak Lumpuh, AQI Sentuh Angka 483
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Bencana kabut asap akibat karhutla kini telah menghantam sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, memicu kemerosotan kualitas udara secara drastis hingga berada di level yang membahayakan kesehatan publik.
Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI+) pada Minggu (13/9/2026), wilayah Kalimantan Barat tercatat sebagai salah satu kawasan dengan tingkat polusi terparah di tengah operasi pemadaman darurat yang terus digeber oleh tim gabungan di lapangan.
Kota Pontianak memegang rekor terburuk. Merujuk pantauan laman IQAir pada pukul 09.13 WIB, nilai AQI+ di Pontianak menembus angka fantastis 483, menjadikannya yang tertinggi dibandingkan daerah manapun.
Kepungan udara beracun akibat asap pekat juga meluas ke berbagai daerah penyangga. Terentang mencatatkan angka AQI+ di level 420, disusul Mempawah (214), Sintang (191), Manismata (173), serta Bengkayang (154). Di tengah kepungan polusi tersebut, Kabupaten Sambas tercatat menjadi satu-satunya wilayah dengan kondisi udara yang relatif paling bersih di provinsi tersebut dengan nilai AQI+ berada di angka 80.
Berdasarkan pemantauan platform digital yang sama, titik api aktif terpantau masih berkobar dan menjadi pekerjaan rumah bagi petugas di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]