AHY Jawab Usul Data Center Raksasa Wajib di Kawasan Industri
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pembangunan data center tidak boleh sembarangan dibangun. Lokasinya harus sesuai tata ruang, khususnya di kawasan industri yang telah disiapkan, agar tidak mengganggu lingkungan dan warga sekitar, dikutip Senin (12/10/2026).
Dalam pernyataannya usai Digital Infrastructure Summit 2026, AHY menekankan pertimbangan lokasi menjadi bagian tak terpisahkan dari penyusunan tata ruang wilayah. Kawasan industri telah dikembangkan sebagai satu ekosistem utuh di kawasan yang memang diperuntukkan, sehingga tidak terpisah atau tumpang tindih dengan area hunian warga.
"Tentunya ini juga menjadi bagian dari penyusunan tata ruang wilayah pemerintah pusat tentu bersama pemerintah daerah. Kalau di kawasan industri juga memang dipersiapkan sebagai satu ekosistem yang tidak terpisahkan satu sama lainnya," ujarnya. "Kita juga mengetahui bahwa kebutuhannya makin besar. Bahkan, ada yang mengatakan Indonesia memiliki peluang Bukan hanya menyiapkan data-data center untuk kebutuhan domestiknya saja Tapi juga menjadi hub bagi kawasan Asia Tenggara.
AHY menegaskan, seiring pertumbuhan ekonomi digital, kebutuhan pusat data memang tidak terelakkan. Namun pembangunannya tidak boleh mengorbankan kenyamanan masyarakat.
"Prinsipnya adalah kita dorong pembangunan data center tanpa merugikan. Apalagi mengganggu keseimbangan lingkungan di daerah tersebut. Ingat masyarakat kita juga memiliki hak untuk hidup dengan tenang, dengan nyaman dan sehat. Tidak kemudian terganggu kebutuhan dasarnya," tegasnya.
Data center membutuhkan pasokan listrik dan air bersih dalam jumlah sangat besar. Oleh karena itu, perencanaan lokasi harus sekaligus memperhitungkan ketersediaan sumber daya tersebut agar tidak bersaing dengan kebutuhan warga.
"Setiap pusat data itu membutuhkan dukungan energi yang luar biasa besar. Listrik termasuk air bersih yang besar. Sehingga memang harus benar-benar dihitung secara cermat," kata AHY.
Dengan menempatkannya di kawasan industri, pasokan listrik, air, serta jalur akses dapat dirancang khusus untuk kebutuhan industri, sehingga tidak mengganggu jaringan yang melayani pemukiman.
AHY juga menjelaskan bahwa kementeriannya bertugas mengoordinasikan ketersediaan fondasi fisik sebelum infrastruktur digital berkembang. Mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga jaringan dasar komunikasi menjadi penopang agar ekosistem pusat data dapat berjalan lancar. Kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus diperkuat.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]