Starlink Mobile Milik Elon Musk Bawa Petaka Baru, Opsel Bisa Tumbang

Redaksi,  CNBC Indonesia
12 October 2026 17:20
Starlink (Starlink.com)
Foto: Starlink (Starlink.com)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ambisi Elon Musk untuk menguasai industri telekomunikasi dunia kian tak terbendung. Melalui SpaceX, Musk telah menyepakati akuisisi portofolio lisensi spektrum frekuensi rendah (low-band spectrum) bernilai fantastis, yakni mencapai US$ 8 miliar (sekitar Rp143 triliun).

Langkah jumbo ini menegaskan keseriusan SpaceX untuk berekspansi jauh melampaui bisnis internet satelit (Starlink) dan siap menjadi penantang mematikan bagi raksasa operator seluler di Amerika Serikat (AS), dikutip dari Reuters, Senin (12/10/2026).

Sinyal masuknya SpaceX ke industri seluler sebelumnya sempat diungkap dalam panggilan laporan keuangan perdana perusahaan pada Agustus lalu. Pengumuman tersebut langsung membuat saham tiga raja operator nirkabel AS-AT&T, T-Mobile, dan Verizon-bergetar hebat akibat ancaman persaingan baru ini.

Amunisi 'Ghaib' Elon Musk: Spektrum Low-Band

Dalam kesepakatan terbaru ini, SpaceX mengamankan hingga 14 MHz spektrum berpasangan (paired spectrum) di pita frekuensi 800 MHz dari Grain Management.

Sebagai informasi, spektrum low-band adalah 'barang mewah' di dunia telekomunikasi. Gelombang radio frekuensi rendah ini memiliki kemampuan khusus untuk memancar sangat jauh dan menembus dinding bangunan tebal dengan mudah. Berbeda dengan frekuensi tinggi yang unggul di kecepatan namun ringkih terhadap hambatan fisik.

Melalui amunisi baru ini, SpaceX tengah merancang arsitektur hibrida untuk layanan Starlink Mobile, mengawinkan infrastruktur pemancar darat (terrestrial) dengan jaringan satelit di luar angkasa.

Siap Tantang Tiga Raja Seluler AS

Di AS, spektrum frekuensi merupakan sumber daya langka yang dikontrol ketat oleh Federal Communications Commission (FCC). Akuisisi jumbo SpaceX ini pun kini tinggal menunggu ketukan palu persetujuan dari FCC.

Jika lolos, SpaceX bakal langsung berdiri sejajar memperebutkan kue pasar yang selama ini dikuasai tiga pemain utama:

  • AT&T: Menguasai spektrum 700 MHz, 850 MHz, serta lisensi 600 MHz hasil akuisisi EchoStar.

  • Verizon: Memegang pita frekuensi 700 MHz dan 850 MHz.

  • T-Mobile: Menguasai spektrum 600 MHz dan 700 MHz.

Ribuan Satelit Siap Diluncurkan

Rencananya, SpaceX akan menyuntikkan spektrum baru ini ke dalam sistem satelit generasi terbaru, sekaligus memasang perangkat radio dan antena pemancar di menara serta atap-atap gedung di daratan.

Restu bagi ambisi Elon Musk pun makin terbuka lebar. Pekan ini, regulator FCC resmi memberikan lampu hijau untuk aplikasi konstelasi Gen2 Starlink Mobile. Izin tersebut mengandaskan keraguan dan memberi jalan bagi SpaceX untuk meluncurkan hingga 15.000 satelit khusus spektrum 2 GHz ke orbit bumi.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Starlink Langsung Nyambung ke HP Sudah di Depan Mata


Most Popular
Features