Starlink Mulai Rebut Bisnis Seluler, Warning Buat Telkomsel-Indosat-XL
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa antariksa SpaceX milik Elon Musk melangkah masuk ke pasar telekomunikasi secara serius. Perusahaan mengumumkan pembelian lisensi spektrum nasional di Amerika Serikat, langkah yang langsung menggetarkan para operator seluler besar dunia - dan menjadi peringatan nyata bagi pelaku industri di Indonesia, dikutip Jumat (9/10/2026).
Pada Kamis, SpaceX mengumumkan kesepakatan pembelian portofolio lisensi spektrum dari perusahaan investasi Grain Management. Aset tersebut mencakup hingga 14 MHz spektrum berpasangan di pita frekuensi 800 MHz, pita frekuensi rendah yang sangat berharga karena jangkauannya luas dan tembus ke dalam gedung.
"Ini adalah kesepakatan yang sangat besar," tulis Elon Musk di akun X-nya.
SpaceX menyatakan frekuensi tersebut menutup salah satu celah teknis terbesar yang tersisa, sehingga layanan Starlink Mobile dapat berkembang menjadi operator seluler utama di Amerika Serikat. Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile langsung anjlok dalam perdagangan setelah jam tutup bursa.
Perkembangan ini menjadi sinyal peringatan bagi Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Jika SpaceX memperluas model yang sama ke kawasan Asia Tenggara, struktur pasar telekomunikasi yang selama ini berdiri kokoh dapat berubah cepat.
Pita 800 MHz yang dibeli SpaceX sering disebut sebagai frekuensi emas, yang digunakan juga oleh operator di Indonesia untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah terpencil dan perdesaan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)Â baru-baru ini telah menyelesaikan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.Â
XL Axiata mendapatkan blok pita 30 MHz (2x15 MHz). Total penawaran perusahaan untuk pita frekuensi ini adalah Rp1.060.200.000.000. Sementara Telkomsel mengajukan penawaran untuk menguasai 20 MHz (2x10 MHz) dengan total harga penawaran Rp 642,5 miliar. Indosat mengajukan penawaran untuk menguasai 20 MHz (2x10 MHz). Total harga penawaran perusahaan sebesar Rp 507.480.000.000.
Dengan kemampuan satelit Starlink yang terintegrasi langsung ke HP biasa, pelanggan dapat mendapatkan sinyal di tempat yang saat ini belum terjangkau menara BTS sekalipun.
Artinya, pelanggan tidak lagi harus menunggu operator membangun infrastruktur darat yang mahal dan memakan waktu, satelit dapat hadir lebih dulu.
Saat ini, Starlink sudah beroperasi di Indonesia menyediakan layanan internet tetap berkecepatan tinggi. Namun langkah di Amerika Serikat menunjukkan arah baru bisnis milik SpaceXÂ tersebut. Layanan seluler langsung yang bersaing secara langsung dengan jaringan konvensional.
Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi apakah SpaceX akan mengajukan permohonan spektrum serupa di Indonesia.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]