Makam Pembisik Firaun Penjaga Pintu Akhirat Dibongkar
Jakarta, CNBC Indonesia - Para arkeolog Mesir berhasil mengungkap makam berusia 4.000 tahun milik pejabat tinggi yang dipercaya menjaga rahasia raja dan mengawasi jalan menuju kehidupan setelah kematian. Penemuan ini dilakukan di kawasan Saqqara, kota pemakaman kuno di selatan Kairo, dikutip dari laporan The Times of India dan sumber resmi, Rabu (7/10/2026).
Makam ini diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Lama, sekitar tahun 2649 SM hingga 2150 SM. Pemiliknya bernama Sekhentyu-Ptah, seorang pejabat yang memegang berbagai jabatan penting di istana Firaun. Prasasti yang tertulis di dinding mencatat perannya sebagai bendahara kerajaan, pengawas dokumen raja, penjaga rahasia dekrit kerajaan, serta pendeta yang mengurus tata tertib kebenaran di istana.
Tidak hanya itu, Sekhentyu-Ptah juga disebut sebagai pengawas gerbang atau jalur yang menuju ke alam baka. Peran ini membuatnya dianggap sebagai orang yang memegang kunci peralihan antara dunia hidup dan dunia roh.
Saat dibuka, makam ini ternyata masih utuh dan tersusun rapi. Di dalamnya terdapat ruang persembahan yang berisi meja makan, piring, baskom penyucian, kendi, serta wastafel yang semuanya masih berada di posisi aslinya. Kepala Sektor Purbakal Mesir, Mohamed Abdel Badie, menyatakan susunan benda-benda tersebut membuktikan bagaimana upacara pemakaman dilakukan pada masa itu dengan penuh ketelitian.
Selain ruang persembahan, tim penggali menemukan:
- Tiga peti jenazah atau sarkofagus yang masih tertutup rapat hingga saat ini
- Lebih dari 100 patung kecil dari tanah liat yang disebut ushabti, dipercaya akan menjadi pelayan bagi pemilik makam di alam baka
- Prasasti berhuruf hieroglif yang menceritakan riwayat hidup dan jasa-jasa Sekhentyu-Ptah
- Patung elang dari kayu yang melambangkan perlindungan dewa bagi jenazah
Kawasan Saqqara sendiri dikenal sebagai salah satu tempat pemakaman paling suci di zaman Mesir Kuno. Di sana berdiri Piramida Bertingkat Djoser serta makam-makam para penguasa Dinasti Kelima dan Keenam. Penemuan makam ini menambah bukti bahwa daerah tersebut masih menyimpan banyak kisah yang belum terungkap, meski telah digali selama puluhan tahun.