Label Harga Supermarket Berubah, Ternyata Cara Cuan Makin Besar

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 October 2026 14:05
Suasana toko Walmart di Traverse City, Michigan, AS, Sabtu (26/72025). (Jerome Hartl via REUTERS/Jerome Hartl)
Foto: Jerome Hartl via REUTERS/Jerome Hartl

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS) Walmart memasang label rak digital yang terhubung dengan aplikasinya. Tujuannya agar pelanggan bisa lebih mudah menemukan barang saat berbelanja.

"Cara pandangan kami adalah AI sebagai cara untuk membantu karyawan melakukan pekerjaan dan membebaskan waktu agar mereka bisa berinvestasi dalam hal yang disukainya, yakni menghabiskan lebih banyak waktu dengan pelanggan dan rekan kerjanya," kata wakil presiden senior transformasi digital Walmart, Greg Cathey dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (6/10/2026).

Walmart memasang tiga alat baru yang dihubungkan dengan label rak digital. Fitur Shop to Light akan menavigasikan pelanggan ke lorong yang tepat dan menunjukkan label rak tempat produk berada.

Dua alat lainnya dipasangkan untuk fitur Pick to Light dan Stock to Light, jadi karyawan bisa memilih barang untuk pesanan digital dan menatanya.

Cathey menjelaskan langkah ini diambil untuk memenuhi permintaan pelanggan dan karyawan. Alat itu juga bertujuan agar semua pihak bisa terbantu dan menghemat waktu saat beraktivitas.

"Jika Anda melihat banyak hal yang kami coba lakukan, semuanya berpusat pada kenyamanan dan kemampuan membantu karyawan dan pelanggan menghemat waktu untuk bisa menginvestasikan pada tempat yang mereka inginkan," kata Cathey.

Walmart kini tengah menguji coba sebagai program percontohan. Peluncuran ketiga fitur akan dilakukan pada seluruh toko perusahaan jelang musim liburan. Mengingat musim liburan yang sibuk, Cathey juga menilai fitur dapat menghemat waktu dalam aktivitas berbelanja.

Sejauh ini lebih dari 4.300 toko dengan label rak digital telah disediakan oleh Walmart. Perusahaan akan memasangnya ke seluruh jaringan toko pada akhir tahun ini.

Dia memastikan label akan diubah pada malam hari jadi tak mengganggu aktivitas pelanggan. Begitu juga tata kelola yang kuat serta pengawas manusia disiapkan dan tidak membuat kesalahan saat sistem diterapkan.

"Kami tidak memandangnya sebagai teknologi demi teknologi semata. Jadi kami selalu melibatkan manusia, dan berfokus pada penilaian manusia, dan kemampuan membuat keputusan," jelasnya.

Beberapa perwakilan rakyat negara bagian AS, termasuk New Jersey, telah menerbitkan aturan larangan label harga digital. Langkah ini diambil untuk mencegah ritel menerapkan sistem "harga dinamis" seperti yang digunakan oleh platform berbasis aplikasi seperti Uber dan ecommerce seperti Amazon.

Sistem harga dinamis mengubah harga secara terus menerus berdasarkan pola permintaan termasuk waktu, ketersediaan, dan profil pembeli. Pola ini diklaim sebagai sistem yang melakukan eksploitasi terhadap pelanggan.

Waltmart menyatakan kebijakan pemerintah negara bagian tersebut adalah reaksi yang berlebihan karena harga digital tidak sama dengan harga dinamis, tetapi hanya cara modern untuk menampilkan harga.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Restoran McDonald's Peras Duit Pembeli Sampai Kering


Most Popular
Features