China Lanjutkan Proyek Masa Depan yang Disetop Amerika Serikat

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 September 2026 07:50
Laut. (Dok. Freepik)
Foto: Laut. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - China memiliki data center bawah laut dengan menempatkan 2.000 server ke dasar laut di Kawasan Khusus Lingang. Proyek tersebut pernah dikerjakan Microsoft hingga dibatalkan beberapa tahun lalu.

Fasilitas pusat data itu memiliki daya 24 MW. Lokasinya sendiri berada 10 km di bawah permukaan laut.

Uniknya China menggunakan air laut tempat server itu berada sebagai pengganti pendingin dan juga menaranya, dikutip dari Times of India, Rabu (16/9/2026).

Proyek ini menghabiskan 1,6 miliar yuan (Rp 4,2 triliun) yang dikerjakan bersama HiCloud Technology dan perusahaan milik negara China Communications Constructions.

China meminjam desain proyek yang pernah dikerjakan Microsoft pada 2018. Saat itu, perusahaan menurunkan 855 server dengan 27,6 petabyte ke dalam 117 kaki Laut Utara.

Microsoft memompa udara keluar saat meletakkan server, kemudian menggantinya dengan nitrogen kering. Cara ini dilakukan agar tidak ada oksidasi atau menyerap kelembapan.

Dua tahun kemudian, perusahaan meninggalkan ide itu sepenuhnya. Microsoft dilaporkan kehilangan enam dari 855 server yang ditenggelamkan.

Perlu dicatat kedua proyek ini menggunakan air laut sebagai pengganti pendingin. Pada akhirnya bisa menghemat pengeluaran data center.

Sebab seperempat hingga setengah kebutuhan listrik digunakan untuk mengalirkan air dingin pada server untuk fasilitas yang berada di darat.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Bikin AS Terguncang, Elit Dunia Sampai Mohon-Mohon ke Trump


Most Popular
Features