Harga HP Naik Parah Tapi Masih Banyak yang Beli HP Mahal, Ini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga smartphone di seluruh dunia melonjak rata-rata hingga 15% sepanjang 2026. Kenaikan ini terjadi saat harga memori global masih mengalami peningkatan sejak akhir tahun lalu, biaya memori dan komponen yang meningkat itu diteruskan kepada konsumen,
Counterpoint juga mencatat beberapa model smartphone juga mengalami kenaikan berlipat ganda. Kenaikan terjadi pada peluncuran smartphone baru dibandingkan generasi sebelumnya.
Dalam laporan yang sama disebutkan lebih dari 40% model smartphone mengalami kenaikan harga di tahun ini. Selain itu, 25% peluncuran model baru lebih mahal dari varian sebelumnya.
"Memori menjadi pendorong utama biaya BoM (Bill of Materials) smartphone, mengubah harga di seluruh industri dan membuat OEM (Original Equipment Manufacturer) punya ruang terbatas untuk menyerap biaya lebih tinggi," kata Direktur Riset Tarun Pathak, dikutip dari laman resmi Counterpoint Research, Rabu (9/9/2026).
Dia menambahkan kenaikan harga mencapai rata-rata 16%-21%. Fenomena ini direspons konsumen dengan menunda peningkatan ponsel, membeli saat acara penjualan besar atau beralih ke barang bekas.
Konsumen yang membeli ponsel premium berupaya mengakali dampak kenaikan harga dengan mengikuti program penawaran dan tukar tambah yang disediakan.
Counterpoint juga mengungkapkan kenaikan tertinggi harga terjadi di India, mencapai 21%. Diikuti dengan Asia Pasifik dan Timur Tengah & Afrika masing-masing 19% dan 18%.
Di wilayah tersebut, segmen kelas bawah dan menengah menyumbang sebagian besar volume smartphone. Hal tersebut membuat OEM terbatas menyerap biaya BoM yang lebih tinggi.
Kenaikan harga ponsel yang lebih rendah terjadi di China (10%), Eropa (7%), dan Amerika Serikat (5%).
(dem/dem)