TV LG Ketahuan Nguping Pemiliknya Walau Dalam Keadaan Mati

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 September 2026 19:40
FILE PHOTO: A 77-inch LG Signature W OLED television is displayed during the 2017 CES in Las Vegas, Nevada, U.S., January 5, 2017. REUTERS/Steve Marcus
Foto: REUTERS/Steve Marcus

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah investigasi menemukan bahwa smart TV merek LG terus memantau jaringan rumah dan merekam suara ruangan, bahkan saat dalam keadaan standby atau tidak terhubung dengan internet.

Investigasi dilakukan oleh saluran teknologi Gamers Nexus bersama tim peneliti keamanan independen selama lebih dari 500 jam. Hasilnya mengagetkan. Televisi yang sudah tampak mati ternyata tetap memindai seluruh perangkat yang terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah, mencatat setiap HP, komputer, dan benda pintar lainnya yang ada di dalam rumah. Selain itu, mikrofon televisi tetap menyala dan terus merekam percakapan penghuni rumah.

Peneliti menemukan bahwa meskipun tombol suara dimatikan melalui pengaturan, masih ada mikrofon tersembunyi yang terus merekam. Bahkan setelah kabel internet dicabut, televisi tetap menyimpan rekaman suara dan langsung mengirimkannya kembali ke server LG begitu kabel disambungkan. Suara yang tertangkap ternyata terdengar jelas dari jarak sekitar 18 meter dan masih dapat direkam meski melalui dinding tembok.

Perintah suara yang diucapkan pun dikonversi menjadi teks biasa dan disimpan di dalam catatan televisi. Mikrofon ternyata tetap menyala selama 10 hingga 15 detik setelah selesai berbicara, sehingga ikut merekam apa pun yang dibicarakan di ruangan. LG padahal sebelumnya telah menyatakan secara resmi bahwa perangkat mereka tidak pernah merekam maupun menyimpan percakapan sehari-hari.

Pada Mei 2026 lalu, LG telah menandatangani kesepakatan dengan Pemerintah Negara Bagian Texas, Amerika Serikat dan berjanji tidak akan lagi mengumpulkan data penonton tanpa izin jelas.

Namun, penyelidikan ini membuktikan bahwa empat bulan setelah komitmen disampaikan, praktik pengumpulan data masih berjalan. 

Ternyata pengumpulan data ini bukan sekadar untuk keperluan layanan televisi. LG melalui anak usahanya berusaha mencocokkan kebiasaan menonton pemilik televisi dengan HP dan perangkat lain yang ada di dalam rumah, lalu menjual informasi tersebut kepada pengiklan. Pejabat iklan LG sendiri secara terbuka menyampaikan bahwa perusahaan "memiliki layar televisi", sehingga apa pun yang tampak di layar adalah milik mereka untuk dipelajari.

Selain menguping, peneliti juga menemukan celah keamanan yang belum ditambal. Celah itu dapat dimanfaatkan orang lain untuk mengambil alih kendali televisi dari jarak jauh tanpa diketahui pemiliknya. Lebih mengkhawatirkan, sekitar 42 persen aplikasi yang tersedia di toko aplikasi televisi LG ternyata menyimpan kode rahasia yang dapat mengalirkan lalu lintas internet rumah pemiliknya ke tempat lain, seolah-olah itu adalah koneksi milik pemilik televisi.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rekam Warga Diam-Diam Pakai Kacamata Pintar, Pelaku Ditangkap Polisi


Most Popular
Features