Ulah Presiden Bawa Petaka Besar, Pabrik Raksasa Terancam Gulung Tikar

Redaksi,  CNBC Indonesia
07 September 2026 14:15
U.S. President Donald Trump walks as he attends to host a back-to-school-themed event to highlight his administration's education policies, in the Rose Garden at the White House in Washington, D.C., U.S., August 24, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst     T
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst

Jakarta, CNBC Indonesia - Ambisi Presiden AS Donald Trump untuk mengamankan rantai pasok semikonduktor domestik justru berbalik menjadi bumerang. Kebijakan perdagangan terbaru Trump kini membawa dilema besar bagi industri dalam negeri, hingga membuat pabrik polisilikon milik perusahaan asal Jerman, Wacker Chemie, di Charleston, Tennessee, terancam gulung tikar dan membahayakan ratusan lapangan kerja.

Ancaman penutupan fasilitas senilai US$2,5 miliar (Rp44 triliun) yang mempekerjakan sekitar 600 orang tersebut terjadi setelah regulasi baru dari Gedung Putih justru mendepak dua pelanggan terakhir mereka. Ironisnya, alih-alih melindungi produsen lokal, kebijakan yang diteken bulan lalu dinilai gagal memberikan sinyal dukungan efektif terhadap penggunaan polisilikon buatan Amerika Serikat (AS).

Dilema ini menambah daftar panjang kebijakan perdagangan era Trump yang kerap meleset dari sasaran atau justru merugikan industri yang ingin dibantunya, seperti kasus tarif baja dan aluminium yang sempat memukul daya saing produsen otomotif domestik di masa lalu.

Salah Sasaran dan Kalah Saing dengan China

Masalah utama dari kebijakan tersebut terletak pada celah aturan mainnya. Berdasarkan ketentuan baru yang mencakup batasan harga (price floor) dan tarif impor, produk asing dari belahan dunia mana pun diperlakukan setara dengan material asal China dan AS.

Akibatnya, polisilikon asal AS yang harganya bisa empat kali lebih mahal tetap berada dalam posisi merugikan dan tidak kompetitif di pasar. Kebijakan ini justru disambut baik oleh pesaing asing seperti United Solar Polysilicon asal Oman yang memiliki afiliasi dengan China.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan industri. Para pengamat menilai langkah tersebut gagal membentengi rantai pasok chip dan panel surya AS dari cengkeraman dominasi China, yang kini tidak hanya menguasai pasar polisilikon kelas surya tetapi juga mulai merambah segmen semikonduktor kelas murni.

Tanpa insentif tegas yang mewajibkan penggunaan material domestik, AS dinilai sedang menyerahkan sektor krusial pertahanan nasional ini kepada negara pesaing.

Meski Wacker Chemie menyatakan masih berdiskusi aktif dengan pemerintah AS dan mengklaim belum mengambil keputusan final, para analis pasar memperkirakan tekanan bisnis ini tidak bisa dihindari lagi.

Dengan beban operasional tinggi dan persaingan ketat, masa depan fasilitas strategis di Tennessee tersebut kini berada di ujung tanduk, menanti kejelasan arah kebijakan dari Gedung Putih.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Dunia Makin Parah, China Tiba-Tiba Jadi Juru Selamat


Most Popular
Features