Terungkap Modus China Diam-Diam Jatuhkan Donald Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - China diam-diam melancarkan kampanye propaganda untuk membangkitkan perlawanan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump. Lebih spesifik, propaganda itu menargetkan kebijakan tarif tinggi Trump yang merugikan China.
Setidaknya begitu yang terungkap dari laporan raksasa teknologi AS, OpenAI, yang dipublikasikan pada Rabu (10/6) waktu setempat.
Menurut OpenAI, propaganda China disebar melalui layanan chat flagship OpenAI. Para propagandis China juga disebut mengintervensi debat AS terkait data center dan AI secara umum, melalui layanan OpenAI.
Produsen ChatGPT tersebut mengatakan upaya propaganda China terdeteksi mulai akhir 2025 hingga awal 2026. Namun, disebutkan bahwa upaya itu tidak berdampak signifikan.
Kendati demikian, temuan OpenAI menunjukkan AI-generatif saat ini sudah memainkan peran sentral dalam kampanye-kampanye propaganda untuk memengaruhi ranah digital.
Kedutaan China di Washington mengatakan tak mengetahui penelitian yang dilakukan OpenAI. "Kami dengan tegas melawan semua fitnah dan serangan tak berdasar terhadap China," kata Kedutaan China, dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2026).
Menurut OpenAI, sistemnya menemukan kelompok pengguna berbahasa Mandarin menggunakan ChatGPT untuk membuat slogan dan kartun yang mengkritik kebijakan teknologi dan perdagangan Trump. Selanjutnya, konten-konten itu disebarkan melalui X.
Kartun itu menggambarkan Trump bertindak 'merusak' dan berdampak ke seluruh dunia. Salah satunya, kartun menunjukkan Trump menggunakan palu untuk merusak dinding berlabel 'Masa Depan Global'.
Kelompok yang sama juga menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan komentar berbahasa Mandarin yang digunakan di bagian komentar artikel berbahasa Mandarin, serta konten dalam bahasa Italia dan Jepang.
X dan xAI tidak merespons permintaan komentar melalui email.
OpenAI mengatakan pihaknya telah melacak sekelompok pengguna lain ke sebuah perusahaan teknologi China yang mengerjakan proyek pemerintah, meskipun tidak mengungkapkan identitas perusahaan tersebut.
Dikatakan bahwa kelompok tersebut mencoba untuk ikut campur dalam perdebatan tentang AI dan data center, serta isu-isu yang sensitif di AS. Langkah propaganda ini dilakukan ketika puluhan negara bagian telah atau sedang mempertimbangkan pembatasan pembangunan data center.
Kartun contoh yang dibagikan oleh OpenAI menggambarkan industri tersebut sebagai pencari keuntungan yang rakus yang konsumsi listriknya merugikan warga biasa.
Ben Nimmo, seorang peneliti utama untuk OpenAI, mengatakan kepada para jurnalis bahwa operasi tersebut tampaknya diarahkan untuk memanipulasi perdebatan tentang AI di AS dan kebijakan teknologi AS yang lebih luas.
"Dalam keadaan seperti ini, sangat ironis bahwa mereka mencoba menggunakan AI AS untuk melakukannya," kata Nimmo.
Meskipun operasi propaganda tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil signifikan, tetapi penggunaan propaganda yang dibantu AI merupakan ilustrasi lain tentang betapa meluasnya citra yang dihasilkan AI, bahkan dalam propaganda yang mengkritik industri tersebut.
Pekan lalu, publikasi teknologi 404 Media mengatakan bahwa perusahaan penghasil konten digital menggunakan citra yang dihasilkan AI untuk menghasilkan meme yang menentang data center.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]