Krisis Dunia Makin Parah, China Tiba-Tiba Jadi Juru Selamat

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
03 July 2026 16:45
Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)
Foto: Presiden China Xi Jinping memperlihatkan suasana kompleks bersejarah Zhongnanhai kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai pembicaraan mengenai perdagangan, Taiwan, dan Iran, Jumat (15/5/2026). (REUTERS/Evan Vucci/Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global telah berdampak pada bisnis perangkat elektronik konsumen seperti HP, laptop, dan konsol game.

Fenomena ini memperlihatkan ketergantungan Amerika Serikat (AS) terhadap rantai pasokan China. Bahkan, raksasa teknologi AS, Apple, dilaporkan sedang melobi pemerintahan Donald Trump agar diizinkan membeli chip memori dari CXMT (ChangXin Memory Technologies) asal China.

CXMT adalah perusahaan semikonduktor asal China yang masuk daftar hitam Pentagon karena diduga memiliki keterkaitan dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Mengutip laporan Financial Times, sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Apple tengah melobi untuk memperoleh restu Gedung Putih. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan finansial akibat melonjaknya harga chip memori di pasar global.

Salah satu sumber menyebut Apple telah mendekati Departemen Perdagangan AS lebih dari satu bulan lalu. Selain itu, raksasa teknologi tersebut juga melobi sejumlah pejabat lain di pemerintahan serta sekutu politik di Washington.

Saat ini Apple sebenarnya tidak dilarang membeli chip dari CXMT maupun YMTC, produsen chip memori China lainnya.

Namun, Pentagon telah memasukkan kedua perusahaan tersebut ke dalam daftar Chinese Military Company atau daftar 1260H yang berisi puluhan perusahaan China yang diduga memiliki hubungan dengan PLA dan dinilai berpotensi mengancam keamanan nasional AS.

Desakan Apple muncul setelah perusahaan menaikkan harga MacBook dan iPad beberapa saat lalu. Keputusan tersebut menghapus sekitar US$263 miliar dari kapitalisasi pasar Apple dalam sehari, menjadi penurunan nilai pasar harian terbesar kedua dalam sejarah perusahaan.

Apple menyebut kenaikan harga chip memori yang tidak berkelanjutan sebagai alasan utama keputusan menaikkan harga produk kepada konsumen. Langkah tersebut mengikuti kebijakan serupa yang sebelumnya dilakukan sejumlah perusahaan elektronik konsumen lainnya.

Apabila berhasil menjadikan CXMT sebagai pemasok chip memori, Apple diyakini dapat mengurangi tekanan biaya yang selama ini berasal dari pemasok komponen.

Kampanye lobi tersebut dilakukan setelah Presiden Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing bulan lalu. Menjelang pertemuan itu, serta pada periode sebelum pertemuan keduanya di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu, pemerintah AS diketahui menahan penerapan pembatasan ekspor teknologi baru yang dapat berdampak pada perusahaan-perusahaan China.

Meski daftar 1260H Pentagon menimbulkan risiko reputasi bagi perusahaan yang tercantum di dalamnya, dalam banyak kasus daftar tersebut tidak memiliki konsekuensi hukum secara langsung.

Departemen Perdagangan AS sebenarnya telah memasukkan CXMT ke dalam paket perusahaan China yang direncanakan masuk ke daftar pembatasan perdagangan Entity List tahun lalu.

Namun pemerintah AS meminta proses tersebut ditunda karena pemerintahan Trump saat itu masih menjalankan negosiasi alot dengan Beijing untuk meredakan perang dagang.

Meski demikian, sebagian besar sumber menyebut belum jelas apakah Apple akan memperoleh jaminan dari pemerintahan Trump, termasuk kepastian bahwa CXMT tidak akan dimasukkan ke Entity List di kemudian hari.

Sebagai gambaran, Trump tahun lalu menyetujui penjualan chip AI canggih H200 milik Nvidia ke China, keputusan yang disebut-sebut mendapat penolakan dari banyak pejabat pemerintahannya.

Pada Februari lalu, Pentagon sempat memperbarui daftar 1260H sebelum mencabutnya kurang dari satu jam kemudian.

Sejumlah sumber mengatakan daftar tersebut ditarik karena Gedung Putih marah setelah mengetahui CXMT dan YMTC sempat dihapus dari daftar tersebut. Saat Pentagon kembali menerbitkan daftar itu bulan ini, kedua perusahaan chip memori asal China tersebut kembali dimasukkan.

Langkah Apple juga diperkirakan akan memicu penolakan keras dari Kongres AS apabila pemerintahan Trump benar-benar memberikan restu.

"Apple memilih bermitra dengan perusahaan militer China akan menjadi kesalahan besar," kata Ketua Komite China DPR AS dari Partai Republik, John Moolenaar.

"Membantu Partai Komunis China berhasil mendominasi rantai pasok penting akan membuat industri teknologi dan perekonomian negara kita semakin bergantung pada China, pada saat kita justru harus membangun rantai pasok teknologi yang aman bersama para sekutu," imbuhnya.

Apple sebelumnya juga sempat menuai kritik pada 2022 ketika mempertimbangkan penggunaan chip memori YMTC untuk iPhone yang dijual di China.

Saat itu, Marco Rubio yang masih menjabat sebagai anggota senior Partai Republik di Komite Intelijen Senat AS mengatakan kepada Financial Times bahwa Apple sedang bermain api.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Situasi Sudah Genting, Apple Sampai Mohon-Mohon ke Trump


Most Popular
Features