Muncul Raksasa Baru dari China Saat Dunia Dihantam Krisis

Redaksi,  CNBC Indonesia
10 February 2026 20:40
Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)
Foto: Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan chip memori global membawa krisis baru yang berdampak pada industri teknologi secara keseluruhan. Tingginya permintaan terhadap chip memori berkinerja tinggi (HBM) untuk mendukung proyek kecerdasan buatan (AI), membuat produsen chip 'mengesampingkan' produksi chip konvensional untuk perangkat elektronik seperti HP, komputer, dan peralatan rumah tangga.

Chip AI diprioritaskan karena memberikan margin yang lebih besar. Namun, permintaan chip AI dan chip konvensional yang membludak membuat kelangkaan terjadi dan kenaikan harga tak terelakkan.

Di tengah huru-hara ini, China mulai mengambil kesempatan untuk menggenjot produksi chip dalam negeri. Laporan Nikkei baru-baru ini menyebut CXMT dan YMTC asal China menambah kapasitas produksi chip mereka secara signifikan.

Sebagai informasi, CXMT memiliki spesialisasi untuk produksi DRAM, sementara YMTC lebih fokus ke produksi NAND.

Nikkei melaporkan CXMT berencana membangun kapasitas manufaktur chip memori baru di pabriknya di Shanghai. Digadang-gadang kapasitasnya sekitar 2-3 kali lipat lebih besar ketimbang yang dimiliki di Hefei, yang menjalankan sekitar 180.000wpm.

CXMT merupakan pemain DRAM nomor empat di dunia dan diestimasikan meraup 11,1% pangsa pasar DRAM global, menurut data Yole. Kapasitasnya bisa menanjak menjadi 13,9% pada 2027 mendatang.

Sementara itu, YMTC berencana membangun fasilitas ketiga di Wuhan yang akan memproduksi NAND dan DRAM dengan porsi 50/50. Selain itu, YMTC dan perusahaan perakitan memori di Wuhan juga berencana membangun HBM.

YMTC mulai merancang DRAM sekitar dua tahun lalu dan sekarang sudah siap untuk memproduksinya. Totap kapasitas di pabrik 1 dan 2 di Wuhan saat ini sekitar 140.000-150.000wpm. Rencananya, kapasitas itu akan diekspansi menjadi 200.000wpm pada tahun ini. Adapun pabrik ketiganya akan menambah kapasitas 30.000wpm dan nantinya akan ditambah menjadi 100.000wpm.

Ramai-ramai Perusahaan Chip China Melantai Bursa

Dalam beberapa bulan terkahir, perusahaan chip China juga berbondong-bondong masuk ke pasar modal. Pada Januari lalu, GigaDevice Semiconductor dan OmniVision Integrated Circuit melantai di bursa untuk pertama kalinya.

Beberapa firma chip lain seperti Biren Technology, MetaX, Moore Threads, dan Shanghai Iluvatar CoreX Semiconductor juga baru saja melakukan IPO.

Gelombang IPO ini terjadi ketika Beijing meningkatkan upaya kemandirian di bidang chip canggih dan mengurangi ketergantungan pada perancang chip asal AS seperti Nvidia.

Terbaru, saham perusahaan perancang chip interkoneksi asal China, Montage Technology, melonjak lebih dari 60% pada debut perdagangannya di Hong Kong pada Senin (9/2) waktu setempat, setelah penawaran saham perdana yang berhasil mengumpulkan dana sebesar US$902 juta (Rp15 triliun).

Saham tersebut ditutup pada harga HK$175 setelah menetapkan harga penawaran pada HK$106,89 untuk batas atas kisaran harga.

Didirikan pada 2004, perusahaan yang berbasis di Shanghai ini mengkhususkan diri dalam mendukung chip infrastruktur untuk komputasi berkinerja tinggi, data center, dan aplikasi AI.

Penawaran saham publiknya di Hong Kong mengalami kelebihan permintaan lebih dari 700 kali, sementara penawaran internasionalnya hampir 38 kali lipat, menandakan minat investor yang kuat terhadap perusahaan AI dan chip China.

Montage Technology juga terdaftar di bursa saham China, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$27 miliar (Rp453 triliun), menurut data LSEG.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Waspada Harga HP Makin Mahal, Naik Drastis Gara-gara Ini


Most Popular
Features