CNBC Insight

Harimau Diadu Lawan Kerbau Lalu Ditombak Sampai Mati

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
01 September 2026 20:40
Petugas kesehatan mengambil sempel hasil swab Harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Senin (2/8/2021).   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Harimau (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum dinyatakan punah pada 1976, harimau jawa banyak berkeliaran di hutan-hutan. Bahkan pada 1800-an, banyak catatan sejarah yang merujuk hewan itu ikut dalam tradisi menyambut Belanda.

Tradisi itu bernama Rampogan, yang akan mengadu harimau jawa dengan kerbau. Kesultanan biasanya mempertontokan itu sebagai cara menyambut tamu dari Eropa.

Bukan hanya mempertandingkan dua hewan, tak jarang harimau jawa menjadi sasaran tombak para penonton. Hal ini membuat spesies itu banyak terbunuh.

Terlebih acara itu kian meluas dan tidak lagi menjadi ajang seremonial. Namun menjadi tontonan hiburan masyarakat dengan mengambil harimau jawa dari hutan untuk diadu dengan kerbau.

Sementara itu, eksistensi harimau jawa juga disebut membawa malapetaka bagi kehidupan manusia. Gesekan antara hewan dan manusia itu tercatat dalam riset R. Wessing berjudul The Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change.

Riset itu mengatakan masalah ini menjadi sering terjadi karena banyaknya pembukaan lahan baru pada abad ke-19. Pada akhirnya membuat harimau jawa terusik dan menyerang manusia hingga hewan ternak.

Setidaknya 2.500 orang tewas per tahun karena diserang harimau. Pembunuhan harimau jawa menjadi masif oleh pemerintah kolonial.

Ini juga membuat jumlah populasinya turun drastis dari ribuan ekor menjadi 200-300 ekor. Memasuki era kemerdekaan menjadi lebih sedikit lagi.

Dari kejadian-kejadian itu hingga akhirnya harimau jawa sendiri disebut telah punah pada 1976. Saat itu International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengatakan harimau jawa terakhir berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur dan usianya pun tak lama.

Namun BRIN melakukan analisa terbaru dari sehelai rambut yang diduga Harimau Jawa sejak 2019 lalu.

Hasilnya rambut itu memang miliki harimau jawa, yang berarti diduga hewan tersebut masih berkeliaran di pedalaman hutan Sukabumi, Jawa Barat.

(npb/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 100 Spesies Terancam Punah, Leonardi DiCaprio Langsung Turun Tangan


Most Popular
Features