RI Siapkan 4 Titik Jadi Pusat Internet Asia Pasifik, Ada Lokasi di NTT

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 15:20 WIB
Foto: kabel bawah laut (Ist Dokumentasi PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ingin menjadi salah satu hub konektivitas yang menyambungkan beberapa negara. Empat lokasi landing station kabel laut internasional telah disiapkan.

Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kartika Listriana mengatakan empat landing station itu rencananya berada di Jakarta, lokasi di NTT, Manado, dan Jayapura.

"Jadi di daerah Jakarta tentunya dia meng-cover wilayah barat. Di Papua tentunya dia akan mendekati ke Australia, juga NTT mana efektifnya. Karena Australia juga punya beberapa titik dia, kita sesuaikan aja," jelasnya ditemui di Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).


Lokasi itu bukan tak mungkin akan bertambah. Kartika menjelaskan ini akan bergantung pada kondisi yang ada dan dinamika nantinya.

"Tapi kita tetap melihat ya, kondisi dinamikanya. Masih bisa ada peluang untuk landing station yang lain," ucap Kartika.

Sementara itu dalam Keputusan Menteri KP Nomor 14 Tahun 2021 terdapat penetapan koridor alur kabel bawah laut nasional. Koridor itu terdiri dari 217 segmen, 209 landing point, dan empat lokasi landing station Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional yang masuk ke Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini mengungkapkan ambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai hub di kawasan Asia Pasifik. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan rute koridor global.

Sekarang Telkom telah memiliki rute intra-Asia, Trans-Pasifik dan Asia-Eropa, yang menyambungkan beberapa wilayah.

"Hal ini mencakup diversifikasi jalur yang lebih luas antara Indonesia dan Singapura, tautan yang lebih kuat ke Asia Utara dan Australia, serta rute alternatif menuju Jepang dan Amerika Serikat," jelasnya.

Tiga koridor baru juga disiapkan untuk ekspansi berikutnya, yakni Timur Tengah dan Afrika, Trans-Atlantik dan Amerika Serikat-Amerika Latin.

Dia mengungkapkan diversifikasi rute akan memberikan ketahanan bagi pelanggan, dan jangkauan lebih luas untuk menghubungkan Indonesia paada komputasi, modal, konten dan inovasi.

"Tujuannya bukan sekadar membangun lebih banyak infrastruktur. Tujuannya adalah menciptakan jaringan koridor strategis terintegrasi yang menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang yang lebih kuat antara pasar Asia-Pasifik dan ekonomi digital global yang lebih luas," kata dia.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci