Kabel Bawah Laut Telkom Mendunia, Ekspansi ke Afrika dan Amerika Latin

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
26 August 2026 14:47
Infografis/ Facebook & Google Bangun Kabel Internet Bawah Laut Amerika-RI/ Aristya Rahadian
Foto: Infografis/ Kabel Internet Bawah Laut

Nusa Dua, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Telin, akan terus memperluas bisnis kabel laut internasional. Perusahaan membidik ekspansi konektivitas hingga ke wilayah Afrika dan Amerika Latin.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengatakan pihaknya telah memiliki peta jalan koridor melalui proyek Indonesia Cable Express (ICE). Terdapat tiga koridor utama yang saat ini menghubungkan wilayah Asia, Pasifik, hingga Eropa.

"Hal ini mencakup peningkatan keragaman rute antara Indonesia dan Singapura, hubungan yang lebih kuat dengan Asia Utara dan Australia, serta rute alternatif menuju Jepang dan Amerika Serikat," kata Dian dalam keynote pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026).

Bersamaan dengan itu, ekspansi juga akan dilakukan pada tiga koridor baru, yakni Europe-Middle East-Africa, Transatlantic, dan US-Latam (Amerika Serikat-Amerika Latin) yang menyasar pasar di kawasan Afrika hingga Amerika Latin.

Dian menjelaskan bahwa keragaman rute ini akan memberikan ketahanan jaringan (resilience) serta menghubungkan Indonesia ke berbagai pusat komputasi, konten, hingga pusat inovasi global.

Peta jalan ini didorong oleh berbagai aplikasi yang membentuk lonjakan permintaan di masa depan, mulai dari teknologi kecerdasan buatan (AI) hingga industri gaming. Tujuannya adalah menciptakan koridor strategis yang terintegrasi agar Indonesia dapat menjadi pintu gerbang (gateway) antara pasar Asia-Pasifik dan ekonomi digital global yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dian juga membeberkan tiga poin agenda utama Telkom Group di masa depan. Pertama, Memperkuat kapasitas, ketahanan, serta kapabilitas jaringan.

Kemudian, mengadopsi teknologi AI, otomatisasi, dan pemograman tingkat lanjut ke dalam jaringan untuk mengubah konektivitas menjadi platform yang lebih cerdas.

Terakhir, memperkuat kolaborasi. "Karena gelombang pertumbuhan berikutnya tidak akan datang hanya dari satu perusahaan, satu teknologi, atau satu negara yang bertindak sendiri," pungkas Dian.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik


Most Popular
Features