Telkom Gaspol Bangun Infrastruktur Digital, Begini Strateginya

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
26 August 2026 13:45
Pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua Bali, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)
Foto: Pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua Bali, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Nusa Dua, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan terus memperluas pembangunan infrastruktur digitalnya. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa permintaan akan konektivitas digital memang tengah meningkat pesat saat ini.

"Bahwa sebenarnya kami terus membangun, kami terus memperluas infrastruktur digital kami. Kami tahu bahwa permintaan bahkan meningkat sekarang," kata Dian dalam keynote pembukaan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8/2026).

Sejauh ini, jaringan fiber optik yang telah dibangun Telkom mencapai 545.011 km, yang terdiri dari jalur domestik sejauh 115.844 km dan jalur internasional sepanjang 429.167 km.

Sementara itu, untuk kabel laut internasional, Telkom telah mengoperasikan 34 sistem kabel laut, dengan rincian 12 sistem dimiliki sendiri melalui konsorsium dan 22 sistem memanfaatkan kapasitas sendiri.

Lebih dari 98% populasi di Indonesia juga telah terjangkau oleh jaringan BTS Telkomsel. Selain itu, Telkom memiliki 36 data center, baik di skala global maupun domestik, serta mengoperasikan tiga satelit.

Kini, Dian mengatakan mengoperasikan dan membangun infrastruktur bukan lagi sekadar soal menghubungkan antar-titik, melainkan perlu mengintegrasikan kemampuan dari tiap infrastruktur digital tersebut.

"Jadi bagaimana menghubungkan koridor internasional ke jaringan domestik, dari jaringan ke pusat data dan komputasi, serta dari infrastruktur ke layanan digital cerdas dan solusi perusahaan," jelas Dian.

Telkom kini tengah membangun platform untuk pertumbuhan digital guna menghubungkan Indonesia dengan seluruh dunia. Langkah ini diharapkan dapat membawa berbagai peluang digital global masuk ke Indonesia.

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mendorong Telkom untuk menyelaraskan kapasitas infrastruktur dengan kemampuan, talenta, serta inovasi.

"Jadi yang kami tegaskan di sini adalah tidak cukup hanya membangun infrastruktur ini untuk memperluas skala dan kapasitas, tetapi kita juga harus memperkenalkan kemampuan cerdas, lebih banyak inovasi, serta teknologi yang lebih canggih ke dalam infrastruktur ini," pungkasnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Endus Peluang Buat RI di Tengah Situasi Panas di Timur Tengah


Most Popular
Features