Prabowo Mau Kloning Sapi, Kejar Indonesia Swasembada Daging
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya swasembada pangan untuk memastikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Berbagai program strategis pemerintah pun terus digulirkan demi mencapai target tersebut.
Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026), Prabowo turut mengungkapkan rencananya menerapkan teknologi kloning sapi untuk mengejar swasembada daging.
"Kita perlu sapi yang banyak. Dengan teknologi kloning, kita bisa memperbanyak populasi ternak kita," ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia hingga tahun 2026 ini telah berhasil mencapai swasembada atas 8 komoditas pangan-pencapaian yang juga diakui dunia. Kedelapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Bahkan, ia menyoroti capaian swasembada beras yang berhasil terealisasi jauh lebih cepat dari target awal empat tahun menjadi hanya satu tahun pemerintahan.
Menurut Prabowo, lompatan ini tak lepas dari perombakan masif di sektor penyaluran pupuk. Pemerintah memangkas 145 aturan birokrasi yang membebani distribusi, sehingga harga pupuk berhasil ditekan hingga 20%.
"Untuk pertama kali dalam sejarah RI, harga pupuk turun dan pada saat yang sama pasokan volume ketersediaan pupuk untuk rakyat justru bertambah. Rakyat kini mudah mendapatkan pupuk, produksi meningkat, dan kita bisa lebih cepat mencapai swasembada pangan," tegasnya.
Target Swasembada Daging 5-6 Tahun ke Depan
Meski demikian, Prabowo secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan di sektor peternakan dan komoditas tertentu, seperti daging sapi dan bawang putih.
"Saudara-saudara, kita memang masih belum swasembada daging. Ini yang akan terus kita kerjakan dan InsyaAllah bisa kita capai dalam 5 hingga 6 tahun ke depan," ungkap Prabowo. Pemanfaatan teknologi kloning sapi pun diproyeksikan menjadi salah satu solusi utama untuk mengakselerasi target tersebut.
Di akhir pidatonya, Presiden menegaskan bahwa ketahanan dan pasokan pangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi aman. Kondisi ini patut disyukuri di tengah ancaman krisis pangan global dan ketidakpastian cuaca yang membuat banyak negara mengkhawatirkan risiko kelaparan massal.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]