China Bawa Kiamat Driver Online Makin Luas, Sudah Sampai Negara Ini

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Rabu, 05/08/2026 11:20 WIB
Foto: Baidu

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen teknologi pengemudian otonom asal China, WeRide, akan memperluas cakupan layanannya. Kali ini, Denmark dipilih menjadi negara terbaru yang bisa mengakses layanan taksi tanpa sopir (robotaxi) tersebut.

Taksi tanpa sopir di Denmark merupakan hasil kerja sama WeRide dan GreenMobility, yang saat ini masih menunggu persetujuan regulasi. Rencananya, layanan ini akan dirilis untuk publik pada paruh pertama 2027 mendatang, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/8/2026).

Sebelumnya, WeRide telah tersedia di lima negara Eropa, yakni Spanyol, Slovakia, Prancis, Belgia, dan Swiss. Selain itu, layanan serupa juga sudah beroperasi di China dan Uni Emirat Arab.


Para produsen asal China terus berupaya meluncurkan layanannya di luar pasar domestik. Langkah ini diambil di tengah persaingan yang makin ketat dan pengawasan regulasi yang ketat.

Eropa pun menjadi tujuan utama para perusahaan tersebut karena dinilai muncul sebagai pasar pertumbuhan potensial. 

Salah satu perusahaan yang ikut berekspansi ke Eropa adalah Pony.ai. Perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan Uber Technologies dan startup mobilitas otonom asal Kroasia, Verne, untuk meluncurkan layanan komersial di Benua Biru.

Baidu juga memilih Eropa untuk unit bisnisnya, Apollo Go, dengan menggandeng penyedia aplikasi taksi milik Lyft, FreeNow. Keduanya telah melakukan uji coba di jalanan Kota London sejak akhir Juli lalu.

Sementara itu, Momenta telah mengantongi izin untuk melakukan uji coba kendaraan otonom di jalanan perkotaan di seluruh Jerman.

Pesatnya ekspansi layanan robotaxi membawa ancaman serius bagi profesi sopir alias driver online di masa depan. Jika teknologi pengemudian otomatis sudah benar-benar 'matang' dengan sistem keamanan yang mumpuni, maka profesi sopir manusia tak lagi relevan.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Akselerasi AI Indonesia Hadapi Tantangan Data Silo, Solusinya?