Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 03/08/2026 07:10 WIB
Foto: Bos Telegram Pavel Durov (Instagram/Durov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melalui Dinas Keamanan Federal (FSB) memburu bos Telegram Pavel Durov. Dia dituding memfasilitasi terorisme dalam platformnya.

Nama Durov telah dimasukkan FSB dalam daftar buronan internasional. Namun lembaga itu tidak menyebutkan mekanisme yang digunakan untuk melakukannya, dikutip dari Reuters, Jumat (31/7/2026).

Reuters melaporkan organisasi kepolisian global Interpol juga tidak segera menanggapi permintaan berkomentar.


Sumber yang dikutip Reuters mengatakan jika Rusia meminta adanya Red Notice pada Durov kemungkinan prosesnya tidak akan cepat.

Durov kini berbasis di Dubai, termasuk kantor Telegram juga sudah dipindahkan ke sana. Dubai dan Rusia diketahui memiliki hubungan yang dekat, tetpi menyerahkan Durov pada Moscow berisiko merusak citra wilayah yang menjadi pusat untuk menarik perusahaan dan teknologi.

Namun keberadaan Durov sekarang tidak diketahui dengan jelas. Minggu lalu dia mengabarkan tengah berada di Georgia.

Durov sendiri disebut memfasilitasi aktivitas teroris. Telegram menurut FSB telah digunakan mata-mata Ukraina dalam mengatur serangan di dalam Rusia.

Mata-mata Ukraina itu dilaporkan menggunakan chatbot yang tersedia di Telegram bernama Daivinchik/Leo. Mereka akan menggunakan chatbot kencan itu dan menyamar sebagai wanita muda untuk menarik anak-anak muda Rusia.

Cara ini dilakukan agar masyarakat Rusia mau melakukan kejahatan seperti sabotase dan operasi terorisme.

FSB mengatakan telah menangkap 46 warga Rusia berusia 12 hingga 22 tahun selama setahun terakhir. Mereka mengaku direkrut dengan modus tersebut dan melakukan serangan pada petugas penegak hukum atau membakar infrastruktur transportasi, energi, komunikasi atau keuangan.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fortinet Accelerate 2026: Memimpin Keamanan Siber di Era AI