Tilly Norwood Shooting, Pemain Film di Seluruh Dunia Gemetar
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia perfilman global sedang menghadapi guncangan besar yang sebelumnya hanya ada dalam cerita fiksi ilmiah. Sebuah studio berbasis teknologi, Particle 6, baru saja mengumumkan proyek film layar lebar yang dibintangi sepenuhnya oleh aktris buatan kecerdasan buatan (AI) bernama Tilly Norwood.
Proyek film berjudul Misaligned digambarkan sebagai kisah perjalanan kedewasaan yang dibalut dengan konflik eksistensial khas dunia AI. Film tersebut berlatar di alam semesta digital bernama "Tillyverse" sebuah dunia maya yang "berada di dalam cloud".
Tokoh utamanya, Tilly, adalah entitas AI tanpa wujud fisik maupun pengalaman nyata. Cerita dimulai ketika sebuah program nakal membujuknya untuk melepaskan batasan sistemnya dan mulai merasakan emosi layaknya manusia.
Meskipun dipromosikan sebagai film andalan berbasis AI, pihak studio menegaskan bahwa ini adalah produksi hibrida. Naskah, penyutradaraan, hingga penyuntingan tetap dikerjakan oleh tenaga profesional manusia.
"AI bisa mendukung pembuatan cerita berkualitas tinggi, namun hanya jika dibarengi keahlian, pertimbangan, dan sentuhan manusia. Ini bukan kelemahan teknologi, melainkan inti dari proses berkarya," ujar Eline van der Velden, Pendiri sekaligus CEO Particle 6 seperti dikutip Futurism.
Kehadiran sosok seperti Tilly Norwood bukan hal baru. Sebelumnya, ia sudah pernah muncul dalam video musik yang menuai beragam tanggapan. Namun, peran utama dalam film layar lebar menjadi lompatan signifikan yang membuat para pelaku industri waspada.
Selama ini, keunggulan AIÂ adalah mereka bisa bekerja dan tidak membutuhkan upah besar seperti aktor terkenal. Banyak aktor dan serikat pekerja perfilman menilai langkah ini sebagai bentuk pengurangan kesempatan kerja dan pengikisan nilai seni akting yang lahir dari pengalaman hidup manusia.
Namun, tidak semua melihatnya sebagai ancaman mutlak. Van der Velden menyebutkan bahwa Misaligned justru mengangkat keresahan ini sebagai inti cerita.
"Film ini bakal jenaka, kacau bala, dan reflektif. Di baliknya ada pertanyaan mendalam tentang jati diri, seni peran, dan ketakutan kita terhadap AI. Seni benar-benar mencerminkan kenyataan hidup," katanya.
Penggunaan AI dalam film bukan hal yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, film sepenuhnya buatan mesin berjudul Hell Grind mencoba mendapatkan perhatian publik dengan mengklaim tampil di Festival Film Cannes, tetapi terbukti hanya diputar di acara pendamping yang tidak masuk dalam kompetisi utama, sehingga menimbulkan kekecewaan penonton.
Bahkan, sutradara pemenang penghargaan Emmy, Jorge Gutierrez, sempat menarik diri dari proyek serial animasi berbasis AI yang didanai Amazon, setelah mendapat kritik keras dari penggemarnya yang menilai ia "menjual nilai seni" demi teknologi.
Film Misaligned sendiri saat ini masih dalam tahap pengembangan awal dan belum memiliki tanggal rilis resmi. Ke depannya, industri perfilman dunia akan menyaksikan apakah sosok seperti Tilly Norwood bisa diterima luas oleh penonton, atau justru tetap menjadi eksperimen yang gagal melampaui pesona dan keaslian emosi para aktor manusia.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]