Dunia Makin Susah, Bikin Film Hollywood Sekarang Murah dan Cepat

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
29 April 2026 08:22
Hollywood diselimuti asap dari kebakaran yang terjadi semalam di Hollywood Hills, sementara dua kebakaran hutan besar yang mengancam Los Angeles dari timur dan barat masih menyala tanpa terkendali, di Los Angeles, California, AS, 9 Januari 2025. (REU
Foto: Hollywood diselimuti asap dari kebakaran yang terjadi semalam di Hollywood Hills, sementara dua kebakaran hutan besar yang mengancam Los Angeles dari timur dan barat masih menyala tanpa terkendali, di Los Angeles, California, AS, 9 Januari 2025. (REUTERS/Carlin Stiehl)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hollywood tengah menghadapi ketakutan pengembangan pesat AI. Teknologi tersebut sering disebut bakal mencuri pekerjaan dan memangkas biaya di industri perfilman terbesar dunia.

Sebuah perusahaan jasa produksi yang didukung Amazon diluncurkan untuk mencoba menjawab risiko tersebut. Perusahaan bernama Innovative Freams meyakini penggunaan berbagai alat AI yang ada saat ini dapat menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami mendesain dan menjelajahi dunia visual, kami mengambil rekaman yang telah difilmkan dan memetakan penangkapan performa ke aset digital," jelas CEO Jon Erwin, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (27/4/2026).

Dia menjelaskan teknologi tersebut akan berdampingan dengan film tradisional. Jadi tidak ada yang digantikan dengan perintah dari mesin.

"Anda menggabungkan performa dengan bagian dari kostum [digital] yang disukai. Hal kerennya adalah performa aktor, kamera, dan pilihan lensa tetap tersampaikan," dia menambahkan.

Erwin yang merupakan pemilik dari studio produksi Wonder Projects yang mendirikan Innovative Dreams, telah menggunakan AI untuk memproduksi adegan di acaranya yang bernama House of David.

Perusahaan baru ini akan menggunakan potensi AI dan produksi virtual untuk menciptakan film dan acara. Semuanya dilakukan tanpa perlu keluar dari studio produksi yang dimilikinya.

Proyek pertama yang dikerjakan adalah serial tiga bagian berjudul The Old Stories: Moses. Serial yang dibintangi oleh Ben Kingsley diambil dalam studio virtual.

Innovative Dreams akan menampilkan aktor dalam 40 lokasi, serta memasukkan cuplikan dari seluruh dunia ke dalam fasilitas produksi.

Sistem kerja baru ini jauh lebih singkat yakni hanya satu minggu, berbanding dengan lima atau enam minggu syuting jika dikerjakan dalam alur film tradisional.

Untuk memenuhi kapasitas komputasi, Innovative Dreams bekerja sama dengan AWS. Layanan itu akan mendukung alat produksi hibrida real-time dalam lokasi syuting.

"Kami menyediakan alat yang membuat para pembuat film untuk bekerja dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dan menghasilkan konten jauh lebih cepat, lebih murah dan berkolaborasi dengan cara yang akan mempercepat siklus produksi dalam skala besar," kata general manager media, hiburan, game dan olahraga di AWS, Samira Bakhtiar.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hollywood Terguncang, Begini Dampak Netflix Caplok Warner Bros


Most Popular
Features