Bollywood Sudah Lebih Maju daripada Hollywood, Ini Buktinya

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
07 April 2026 10:53
Kendaraan bergerak melewati papan iklan film Bollywood '83', yang didasarkan pada kemenangan piala dunia kriket pertama India pada tahun 1983, di Mumbai pada 24 Desember 2021. (AFP via Getty Images/INDRANIL MUKHERJEE)
Foto: Kendaraan bergerak melewati papan iklan film Bollywood '83', yang didasarkan pada kemenangan piala dunia kriket pertama India pada tahun 1983, di Mumbai pada 24 Desember 2021. (AFP via Getty Images/INDRANIL MUKHERJEE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia film India, Bollywood berjalan lebih jauh dari Hollywood soal penggunaan AI. Mereka menerapkan teknologi tersebut dalam pembuatan film secara keseluruhan.

Studio-studio setempat menciptakan film sepenuhnya dengan AI. Selain itu juga dubbing dengan AI dalam berbagai bahasan dan memotong ulang akhir film lama untuk menambah jumlah penjualan.

Pemimpin studio AI Collective, Rahul Regulapati mengatakan AI memangkas biaya produksi. Termasuk waktu produksi yang diklaim menurun hingga seperempatnya.

"AI memangkas biaya produksi hingga seperlima dari biaya pembuata film tradisional genre seperti mitologi dan fantasi," kata Regulapati, dikutip dari Reuters, Senin (6/4/2026).

Selain itu, satu rumah produksi besar dilaporkan tengah meninjau seluruh koleksi filmnya dapat dirilis ulang dengan AI. Raksasa teknologi yang juga tengah bersaing di industri AI, Google, Microsoft, dan Nvidia mengambil langkah awal untuk bekerja sama dengan pembuat film setempat.

Peneliti film dan AI di Universitas Reading, Dominic Lees mengatakan level pembuat film India untuk AI sangat berbeda. Bahkan bisa membuat pergeseran pada pembuatan film berbasis AI di negara tersebut.

"Jika mereka bisa mewujudkannya, maka pergeseran dalam pembuatan film berbasis AI akan terjadi di India," jelasnya.

Kondisi ini cukup berbeda dengan Hollywood. Meskipun Amerika Serikat (AS) cukup terdepan dalam pengembangan AI, studio film setempat tidak banyak menerapkannya.

Penggunaan AI oleh studio di Hollywood dibatasi karena adanya kontrak dengan serikat pekerja dan khawatir pekerjaan di industri itu akan menghilang.

Studio di AS dan Inggris sebenarnya telah bereksperimen membuat film berbasis AI. Salah satunya dengan film animasi yang sepenuhnya menggunakan AI pada 2024, dan versi immersif The Wizard of Oz tahun lalu.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Telkom Siapkan AI playground untuk Dunia Usaha, Ini Fungsinya!


Most Popular
Features