Krisis 2026 Makin Parah, Amerika Siap-Siap Serbu Hiroshima
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron Technology, resmi memulai pembangunan perluasan pabriknya di Prefektur Hiroshima, Jepang. Proyek senilai 1,5 triliun yen atau sekitar Rp 166 triliun itu menjadi bagian dari upaya besar memenuhi lonjakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan terus meningkat.
Micron membangun fasilitas baru di Hiroshima untuk memproduksi chip memori canggih, termasuk high-bandwidth memory (HBM) yang menjadi komponen penting bagi prosesor AI seperti Nvidia. Perusahaan menjadwalkan pengiriman dan pemasangan peralatan produksi dimulai pada paruh kedua 2028.
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) turut mendukung proyek tersebut dengan menyiapkan subsidi hingga 500 miliar yen untuk membantu biaya pembangunan.
Ekspansi Micron merupakan bagian dari perlombaan global industri semikonduktor dalam meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi kebutuhan AI. Selain memperluas pabrik di Jepang, Micron juga sedang membangun dua fasilitas produksi mutakhir di Boise, Idaho.
Pada Januari lalu, perusahaan juga menggelar peletakan batu pertama kompleks produksi senilai US$100 miliar di dekat Syracuse, New York, sebagai bagian dari komitmen memperbesar produksi DRAM di Amerika Serikat.
Tak hanya Micron, produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, juga terus meningkatkan kapasitas manufaktur mereka untuk mengejar permintaan pasar AI.
CEO Micron Sanjay Mehrotra mengatakan Hiroshima memiliki peran penting dalam sejarah pengembangan teknologi AI perusahaan.
"Wafer produksi HBM pertama Micron untuk teknologi memori yang menjadi jantung AI dibuat di Hiroshima. Ketika keberanian Amerika bertemu dengan keahlian Jepang, hasilnya bukan kompromi. Hasilnya adalah yang terbaik di dunia," ujar Mehrotra, dikutip dari Japan Times, Senin (6/7/2026).
Perluasan pabrik di Hiroshima juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi daya dan kemampuan transmisi chip yang dibutuhkan layanan AI maupun kendaraan otonom.
Hingga saat ini, pemerintah Jepang telah mengalokasikan sekitar 775 miliar yen kepada Micron, termasuk untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan.
Menteri Industri Jepang Ryosei Akazawa menyebut dukungan terhadap Micron, yang kini menjadi satu-satunya produsen DRAM di Jepang, memiliki nilai yang sangat penting. Menurutnya, apabila perusahaan chip asing lain ingin membangun pabrik di Jepang, pemerintah siap melakukan "semua yang bisa dilakukan" untuk memberikan dukungan.
Sejak 2021, Jepang telah menggelontorkan dana puluhan miliar dolar AS untuk mendukung industri semikonduktor dan AI. Pemerintah menilai sektor tersebut menjadi salah satu pilar utama keamanan nasional.
Bulan lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga meluncurkan peta jalan investasi chip dan AI dengan target investasi pemerintah dan swasta mencapai 101,6 triliun yen hingga Maret 2041, meski belum memerinci besaran kontribusi dari anggaran negara.
Perwakilan Micron Jepang, Kota Nosaka, mengatakan keunggulan pabrik Hiroshima terletak pada kemampuannya mengirimkan produk berteknologi tinggi kepada pelanggan dengan cepat.
"Kekuatan pabrik Hiroshima terletak pada kemampuannya untuk dengan cepat mengirimkan produk mutakhir dan berkinerja tinggi kepada pelanggan. Menciptakan chip generasi berikutnya di sini secara langsung terkait dengan strategi Micron," kata Nosaka.
Micron sendiri memperoleh pabrik Hiroshima setelah mengakuisisi produsen DRAM Jepang yang bangkrut, Elpida Memory, pada 2013.
Meski Jepang telah kehilangan dominasinya sebagai produsen chip jadi, negara tersebut masih menjadi pemasok utama material dan peralatan semikonduktor canggih. Nosaka mengungkapkan sekitar 80% bahan baku chip yang dibutuhkan pabrik Hiroshima saat ini berasal dari perusahaan-perusahaan Jepang.
(dem/dem) Add
source on Google