Perusahaan Karam Ditimbun Utang Mendadak Jadi Raja Nomor Satu
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa chip SK Hynix berhasil menggeser posisi Samsung Electronics sebagai perusahaan paling bernilai di Korea Selatan. Hal ini menandai pencapaian besar bagi SK Hynix setelah hampir kolaps tertimbun utang dua dekade lalu.
SK Hynix saat ini menjadi penyuplai dominan untuk chip memori high-bandwidth (HBM) yang digunakan untuk sistem-sistem kecerdasan buatan (AI). Klien-kliennya mencakup Nvidia dan Alphabet (Google).
Bisa dibilang SK Hynix menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari 'ledakan' AI global. Sahamnya melonjak lebih dari 340% sepanjang 2026 dan berhasil mencatat kapitalisasi pasar di atas Samsung dan Micron.
Selain menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, SK Hynix juga tercatat sebagau produsen chip memori paling mahal di dunia. Sahamnya melonjak 5,6% pada Senin (22/6) waktu setempat, dengan kapitalisasi pasar 2.080 triliun won.
Sementara itu, saham Samsung turun tipis 0,14% pada periode yang sama. Kapitalisasi pasarnya tercatat 2.066 triliun won.
AI telah membentuk kembali industri semikonduktor global. Berkat AI, chip memori khusus beralih dari komoditas yang diperdagangkan secara umum menjadi komponen penting dari infrastruktur yang mendukung aplikasi seperti ChatGPT dan model AI canggih.
SK Hynix terutama berfokus pada chip memori, sedangkan Samsung juga memproduksi chip logika dan elektronik konsumen seperti smartphone dan TV. Samsung telah memegang posisi teratas sejak tahun 2000.
"Munculnya memori AI yang disesuaikan secara fundamental mengubah ekonomi industri dan memungkinkan SK Hynix untuk memantapkan dirinya sebagai pemimpin pasar," kata Kim Sunwoo, analis senior di Meritz Securities, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2026).
Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap perhitungan kapitalisasi pasarnya harus mencakup saham preferen. Termasuk saham tersebut, nilai perusahaan pada penutupan pasar mencapai 2.246,4 triliun won.
Dulu Hampir Bangkrut Ditimbun Utang
Kebangkitan SK Hynix menandai puncak dari salah satu perubahan terbesar dalam sejarah perusahaan Korea Selatan.
Pada tahun 2002, Hynix Semiconductor saat itu hampir dijual ke Micron, setelah lumpuh oleh utang yang terakumulasi selama upaya ekspansi yang agresif. Kesepakatan itu akhirnya gagal, membuat perusahaan berada di bawah kendali kreditur selama hampir satu dekade.
Sahamnya anjlok hingga serendah 135 won pada tahun 2003, membuatnya dipandang sebagai saham murahan, atau "Dongjeon-ju" dalam bahasa Korea.
Perjalanan perusahaan ini di tahun-tahun berikutnya mengikuti siklus naik-turun tradisional industri memori global. Pada 2023, penurunan tajam menghantam harga memori, mendorong SK Hynix untuk melaporkan kerugian operasional tahunan sebesar 7,73 triliun won.
Perusahaan ini mulai pulih setahun kemudian seiring dengan meningkatnya popularitas AI dan investasi besar-besaran dari perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Meta, yang mendorongnya untuk melaporkan laba operasional tahunan sebesar 23,5 triliun won pada 2024, sebuah rekor pada saat itu.
Para analis mengaitkan peran sentral SK Hynix dalam ekosistem AI global dengan keputusannya untuk terus berinvestasi di HBM, sebuah chip memori khusus yang disusun secara vertikal untuk memberikan kinerja lebih cepat dan konsumsi daya lebih rendah/
Tidak seperti produk memori konvensional, chip HBM terintegrasi erat dengan prosesor AI, menciptakan hambatan masuk yang jauh lebih tinggi dan memberi pemasok kekuatan penetapan harga yang lebih besar.
Pada 2025, SK Hynix menguasai 61% pasar HBM global, jauh di depan Samsung yang menguasai 17% dan Micron yang menguasai 21%.
SK Hynix didirikan pada tahun 1983 sebagai unit Hyundai, tetapi kemudian dipisahkan dan dibeli oleh SK Group, konglomerat "chaebol" yang dikelola keluarga yang bisnisnya mencakup telekomunikasi hingga energi.
Ketua SK Group, Chey Tae-won, yang menghadapi penentangan kuat terhadap kesepakatan tersebut pada saat itu, menjelaskan pemikirannya dalam sebuah buku yang diterbitkan pada bulan Januari.
"Yang benar-benar ingin saya capai ketika kami mengakuisisi Hynix adalah mengubahnya dari produsen memori komoditas menjadi perusahaan semikonduktor arus utama yang produknya sangat diperlukan," kata Chey.
"Di masa lalu, tidak masalah apakah memori berasal dari Hynix, Samsung, atau Micron. Mereka adalah produk komoditas yang dapat saling menggantikan. HBM berbeda. Jika HBM SK Hynix diganti dengan produk lain, sistem AI mungkin tidak berfungsi dengan baik. Apa yang dulunya merupakan komponen periferal kini telah menjadi komponen inti," Chey menambahkan.
Ancaman Baru Buat Samsung
Para analis mengatakan posisi Samsung sebagai produsen DRAM terbesar di dunia juga dapat terancam oleh SK Hynix.
Bank of America memperkirakan bahwa produksi DRAM bulanan SK Hynix akan mencapai sekitar 589.000 wafer tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 691.000 wafer untuk Samsung.
Namun, SK Hynix kemungkinan akan memperluas produksi DRAM sekitar 38% antara tahun 2025 dan 2028, dibandingkan dengan pertumbuhan sekitar 17,5% pada pesaingnya.
Hal itu akan mempersempit kesenjangan produksi SK Hynix menjadi kurang dari 10% pada tahun 2028 dari sekitar 23% pada tahun 2025. Hal ini bisa jadi pencapaian yang sangat signifikan karena skala manufaktur Samsung yang lebih besar.
"Sebelumnya, perbedaan skala manufaktur berarti tidak ada cara bagi para pesaing untuk menutup kesenjangan profitabilitas dengan Samsung," kata Kim.
Reuters telah melaporkan bahwa SK Hynix memilih Nasdaq untuk rencana pencatatan sahamnya di AS, yang akan memperluas basis investor perusahaan dan meningkatkan profilnya lebih lanjut di antara investor global.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]