Perang Chip Makin Panas Gara-Gara China, Korea Ambruk Terseret Amerika

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
30 July 2026 15:30
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a printed circuit board in this illustration picture taken February 17, 2023. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Samsung Electronics dan SK Hynix kompak anjlok pada perdagangan Selasa (28/7), memicu tekanan besar terhadap pasar saham Korea Selatan.

Saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di Korea Selatan, merosot 13,4%. Sementara itu, SK Hynix, pemasok utama chip high-bandwidth memory (HBM) yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan, turun lebih dalam hingga 14,7%.

Penurunan tersebut menjadi yang terburuk bagi Samsung dalam hampir dua dekade. Aksi jual besar-besaran pada kedua saham itu turut menyeret indeks KOSPI Korea Selatan turun 10,8%.

KOSPI mencatat penurunan harian terbesar sejak awal periode konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Maret lalu.

Investor mencermati kekhawatiran terkait pembiayaan infrastruktur AI, valuasi saham semikonduktor, serta meningkatnya persaingan dari China.

Laporan mengenai pengembangan peralatan litografi deep-ultraviolet (DUV) domestik oleh perusahaan-perusahaan China kembali memicu kekhawatiran bahwa produsen chip memori China dapat memperluas kapasitas produksi dengan lebih cepat.

Tekanan terhadap SK Hynix juga terlihat di pasar AS. Saham perusahaan yang tercatat di bursa AS ditutup turun 7,5% ke level US$143,02 pada Senin (27/7). Penutupan tersebut menjadi kali pertama saham SK Hynix berada di bawah harga pencatatan US$149 sejak debutnya di Nasdaq pada awal Juli.

SK Hynix memasok chip HBM kepada Nvidia, sehingga kinerja keuangannya sangat sensitif terhadap ekspektasi belanja AI dan permintaan prosesor canggih.

Perusahaan dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan pada Rabu, yang menjadi hasil kinerja pertamanya sejak melantai di Nasdaq.

Dari sisi pasar, Samsung dan SK Hynix secara bersama-sama mewakili hampir setengah dari kapitalisasi indeks KOSPI. Karena itu, penurunan dua digit pada kedua saham tersebut memberikan tekanan yang sangat besar terhadap indeks acuan Korea Selatan.

Investor kini akan mencermati apakah laporan keuangan SK Hynix mampu mendukung ekspektasi pasar terhadap permintaan chip HBM, serta apakah pengembangan peralatan semikonduktor di China dapat mencapai tingkat keandalan, kinerja, dan skala komersial yang cukup untuk memperketat persaingan di industri chip memori.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dunia Dihantam Krisis Besar, Korea Selatan Makin Kaya Raya


Most Popular
Features